MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu 15 Juni 2022 ditutup turun 0,61% ke level 7.007,05. Investor asing keluar pasar dengan jumlah jual bersih asing (net foreign sell) sebesar Rp 791,19 miliar di seluruh pasar.
Pasar mencermati FOMC yang dikhawatirkan The Fed akan melakukan kebijakan lebih agresif untuk menekan inflasi. Ekonom memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga acuan 0,5% sampai 0,75%.
Pasar juga mencermati data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat Neraca Perdagangan Indonesia pada Mei 2022 mengalami surplus US$ 2,9 miliar dengan nilai ekspor US$ 21,51 miliar dan impor US$ 18,61 miliar, serta menjadi surplus neraca perdagangan selama 25 bulan berturut-turut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Surplus neraca diperoleh dari transaksi perdagangan sektor non-migas tinggi yakni US$ 4,75 miliar, namun tereduksi defisit perdagangan sektor migas sebesar US$ 1,86 miliar.
Dari eksternal, OPEC yang baru saja melaporkan data produksi bulanan Mei 2022 di mana turun sebesar 176 ribu bph menjadi 28,5 juta bph yang menandakan bahwa produksi OPEC tidak memenuhi kuota yang disepakati, turut memberatkan gerak IHSG termasuk seluruh mayoritas bursa global.
Dibuka melemah, IHSG sempat menguat namun kembali terkoreksi hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.
Sepanjang jam perdagangan hari ini, saham yang mengalami penguatan terbesar diantaranya BBRI, BRMS, GOTO, BMRI, EMTK. Sedangkan, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya ASII, MDKA, ADRO, BYAN.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dengan sektor energi turun paling dalam 3,52%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor perindustrian masing-masing anjlok 3,47% dan 2,58%.
Sedangkan tiga sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi 1,83%, diikuti sektor barang baku dan sektor keuangan masing-masing naik 0,66% dan 0,2%.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.379.572 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,79 miliar lembar saham senilai Rp16,59 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 391 saham menurun, dan 137 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 303,7 poin atau 1,14% ke 26.326,16, Indeks Hang Seng naik 240,22 poin atau 1,14% ke 21.308,21, dan Indeks Straits Times terkoreksi 3,04 poin atau 0,1% ke 3.105,85.







