Analis Perkirakan Rupiah Menguat Pasca-Rilis Risalah Bank Sentral AS

- Pewarta

Kamis, 21 Februari 2019 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analis Perkirakan Rupiah Menguat Pasca-Rilis Risalah Bank Sentral AS

Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah pada Kamis diprediksi menguat pasca rilis risalah pertemuan dewan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed) atau Federal Open Market Committee (FOMC) Minutes Meeting pada Rabu (20/2/2019) semalam.

“Minutes meeting pertemuan The Fed pada 29-30 Januari lalu mencatat The Fed tidak yakin akan ada kenaikan suku bunga kecuali terjadi inflasi di atas perkiraan,” kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Ia menambahkan, suku bunga saat ini antara 2,25-2,5 persen, bahkan dianggap sudah mencapai pada tingkat netral.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“The Fed juga mensinyalkan akan mengakhiri penurunan aset dalam neracanya sebelum akhir 2019, yang artinya kebijakan moneter ketat akan berakhir,” ujar Lana.

The Fed menyatakan akan bersabar ketika menentukan penyesuaian di masa depan terhadap kisaran target suku bunga, mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan global serta tekanan inflasi yang lemah.

“Peserta menunjuk berbagai pertimbangan yang mendukung pendekatan ‘sabar’ terhadap kebijakan moneter pada saat ini sebagai langkah yang tepat dalam mengelola berbagai risiko dan ketidakpastian dalam prospek,” tulis risalah tersebut.

The Fed menggambarkan “pendekatan yang sabar dan fleksibel” sebagai cara untuk mengelola risiko-risiko sambil menilai informasi yang masuk mengenai prospek ekonomi.

Lana memperkirakan pada hari ini rupiah kemungkinan menguat ke tingkat Rp14.000 per dolar AS hingga Rp.14.040 per dolar AS.

Hingga pukul 10.17 WIB, nilai tukar rupiah masih bergerak melemah 16 poin menjadi Rp14.060 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.044 per dolar AS.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.057 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.055 per dolar AS. (cit)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru