Bursa Australia Merosot, Indeks ASX 200 Dibuka Jatuh 64,30 Poin

- Pewarta

Senin, 25 Maret 2019 - 01:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Australia Merosot, Indeks ASX 200 Dibuka Jatuh 64,30 Poin

Mediaemiten.com, Sydney – Saham-saham pada Bursa Australia dibuka turun tajam pada perdagangan Senin pagi (25/3/2019), dengan kerugian berbasis luas di semua sektor.

Pada pukul 10.25 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 jatuh 63,60 poin atau 1,03 persen menjadi diperdagangkan di 6.131,60 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas merosot 64,30 poin atau 1,02 persen pada 6.216,60 poin.

“Sebuah penurunan mengejutkan dalam aktivitas manufaktur Jerman serta kondisi manufaktur Prancis dan AS yang lebih lemah dari perkiraan, memukul sentimen pasar pada Jumat (11/3) malam,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets Micheal McCarthy kepada investor dalam catatan pagi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Euro merosot dan pasar saham anjlok meskipun sebelumnya optimis tentang dukungan bank sentral. Reaksi dalam komoditas-komoditas industri lebih terukur, tetapi minyak mentah, tembaga dan gas alam semuanya mundur, menyeret mata uang komoditas turun.”

“Saham Asia Pasifik menghadapi penurunan pembukaan curam, menurut pasar-pasar berjangka. Indeks berjangka Hang Seng dan Nikkei sekitar 1,5 persen pada posisi merah. Dolar AS sekarang di bawah 110 yen, faktor lain yang cenderung membebani perdagangan (di Australia) hari ini.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot dengan Commonwealth Bank turun 1,11 persen, Westpac Bank turun 1,32 persen, National Australia Bank turun 0,88 persen)dan ANZ turun 1,57 persen.

Saham-saham pertambangan juga melemah dengan BHP turun 1,76 persen, Rio Tinto turun 1,29 persen, Fortescue Metals turun 1,37 persen, namun penambang emas Newcrest meningkat 1,65 persen.

Produsen-produsen minyak dan berada di bawah tekanan berat, dengan Woodside Petroleum jatuh 2,12 persen, Santos turun 2,71 persen dan Oil Seach turun 1,57 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia gagal mendapat dukungan, dengan Wesfarmers tidak berubah dan Woolworths turun 0,61 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra melemah 0,61 persen, operator penerbangan nasional Qantas menyusut 1,28 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 0,94 persen. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru