Dolar AS Menguat Terdampak Penundaan Brexit

- Pewarta

Jumat, 15 Maret 2019 - 06:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lannya pada akhir perdagangan Jumat pagi (15/4/2019), karena pound sterling memperpanjang kerugiannya setelah parlemen Inggris memilih untuk menunda Brexit, menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor atas ketidakpastian baru tentang kesepakatan perceraian Inggris-Uni Eropa.

Inggris akan meminta Uni Eropa (UE) untuk menunda keberangkatannya dari blok itu sampai paling tidak 30 Juni, setelah anggota parlemen memberikan suara pada Kamis (14/3) di mana mereka juga menolak referendum kedua.

Perdana Menteri Theresa May sekarang akan memperbarui upaya untuk mendapatkan persetujuan Brexit yang dua kali ditolak oleh parlemen Inggris pada minggu depan. Dia memberi tekanan pada anggota parlemen pembangkang untuk mendukungnya dengan mengancam penundaan lebih lama jika mereka memberikan suara menentangnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah seminggu yang sangat fluktuatif untuk pound, yang mencapai tertinggi sembilan bulan ketika anggota parlemen menolak meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan, perdagangan relatif tenang pada Kamis (14/3). Namun dorongan May untuk pemungutan suara lagi tentang kesepakatan Brexit menyiapkan panggung untuk pertarungan lain antara dirinya dan pemberontak euroceptics dan berarti lebih banyak ketidakpastian bagi investor.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1300 dolar AS dari 1,1329 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3236 dolar AS dari 1,3217 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7063 dolar AS dari 0,7090 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,74 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,03 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0041 franc Swiss dari 1,0032 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3323 dolar Kanada dari 1,3303 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru