MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 35,33 poin atau 0,51% ke posisi 6.945,48 pada akhir pedagangan Kamis, 27 April 3023.
Sejumlah saham unggulan menopang kenaikan IHSG yang tercermin pada indeks LQ45 yang naik 1,87 poin atau 0,19% ke posisi 965,08.
Investor mengantisipasi rilis data ekonomi AS, khususnya estimasi kedua PDB kuartal I 2023 pada Kamis, serta Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index, sebuah indikator The Fed untuk mengukur inflasi, yang dijadwalkan dirilis pada hari Jumat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari mancanegara, para pelaku pasar menantikan agenda pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Federal Reserve (The Fed) yang akan dilakukan pada awal Mei pekan depan. Bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.
Dari dalam negeri, pada awal Mei pekan depan, Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaporkan tingkat inflasi dalam negeri, yang diperkirakan akan berada di atas 5% year on year (yoy) seiring dengan kenaikan harga pangan dan barang lainnya pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriah.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat di mana sektor teknologi paling tinggi yaitu 1,01%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor infrastruktur naik masing-masing 0,75% dan 0,65%.
Sedangkan, lima sektor terkoreksi dipimpin oleh sektor kesehatan yang turun paling dalam yaitu minus 0,48%, diikuti oleh sektor keuangan dan barang baku yang masing-masing turun minus 0,25% dan 0,23%.
Baca Juga:
Pertukaran Budaya Guangfu Hadirkan Beragam Pertunjukan di Indonesia
Huawei Raih Gelar “Leader” dalam Gartner® Magic Quadrant™ for Enterprise Storage Platforms 2026
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AWAN, HILL, GULA, KJEN, dan IRSX. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MENN, FILM, PTMP, HALO, dan PNLF.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.590.202 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,74 miliar lembar saham senilai Rp11,14 triliun. Sebanyak 303 saham naik, 225 saham menurun, dan 203 tidak bergerak nilainya.







