MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 3,67 poin atau 0,05% ke posisi 6.805,2 pada akhir perdagangan Jumat 31 Maret 2023. Sektor teknologi menjadi penekan IHSG di tengah penguatan bursa saham kawasan Asia dan global.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor melemah dipimpin sektor teknologi yang turun 0,74%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang barang konsumen primer yang masing-masing turun 0,58% dan 0,42%.
Sedangkan enam sektor menguat dipimpin sektor energi yang naik 0,83%, diikuti sektor barang industri dan sektor properti yang masing-masing naik 0,71% dan 0,62%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,92 poin atau 0,20 persen ke posisi 937,6.
Sentimen global yang mempengaruhi pergerakan saham antara lain data US Initial Jobless Claims naik dari sebelumnya 191.000 menjadi 198.000. Investor memandang hal ini akan memberikan harapan The Fed dapat memperlambat pengetatan moneternya, meskipun tidak tertutup kemungkinan The Fed masih memiliki ruang pengetatan kebijakan moneternya.
Sementara itu, dari China PMI Non-Manufaktur NBS Maret 2023 berada pada level 58,2 dan PMI Manufaktur NBS pada posisi 51,9.
Hal tersebut menunjukkan masih di zona ekspansi, pasar menilai itu sejalan dengan keputusan Pemerintah China pada Desember 2022 untuk mencabut semua pembatasan COVID-19, sehingga menopang aktivitas pabrik dengan melanjutkan pertumbuhan yang kuat, serta sektor jasa tumbuh.
Baca Juga:
Dua Alumni Peking University Raih “Fields Medal”, Sebanyak 14 Akademisi PKU Tampil di ICM 2026
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
Dibuka menguat, IHSG cenderung bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih nyaman bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KJEN, GTRA, SICO, SEMA dan TRIN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ISAP, WOOD, SBMA, BAPA dan FILM.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.318.382 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,23 miliar lembar saham senilai Rp9,56 triliun. Sebanyak 258 saham naik, 271 saham menurun, dan 187 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 258,60 poin atau 0,93% ke 28.041,5, indeks Hang Seng naik 90,97 poin atau 0,45% ke 20.400,1, indeks Shanghai menguat 11,61 poin atau 0,36% ke 3.272,8, dan indeks Strait Times menguat 5,61 poin atau 0,17% ke 3.262,7.







