Laba Bersih BBTN Tumbuh 28,15% Jadi Rp 3,04 Triliun

- Pewarta

Kamis, 16 Februari 2023 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laba Bersih BBTN Tumbuh 28,15% Jadi Rp 3,04 Triliun

Foto ilustrasi: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)/Dok.

MEDIA EMITEN – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan laba bersih senilai Rp 3,04 triliun selama tahun 2022, atau tumbuh 28,15% year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 2,37 triliun pada tahun 2021.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, perseroan terus berupaya memberikan hasil terbaik di tengah situasi ekonomi yang kondusif saat ini.

“Tujuannya, agar kami dapat terus mendukung pemerintah dalam memberikan akses pembiayaan yang terjangkau dan layak huni bagi masyarakat Indonesia,” kata Haru di Jakarta, Kamis 16 Februari 2023.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, perseroan mencatat kredit dan pembiayaan tumbuh sebesar 8,53% yoy, dari Rp 274,83 triliun menjadi sebesar Rp 298,28 triliun per 31 Desember 2022.

Secara total, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank BTN tumbuh 9,23% yoy menjadi Rp 233,68 triliun per 31 Desember 2022, yang mana KPR Subsidi tumbuh 11,61% (yoy) menjadi Rp 145,86 triliun pada akhir 2022.

Selain itu, Bank BTN berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,77% ( yoy) dari Rp 295,97 triliun menjadi Rp 321,93 triliun per 31 Desember 2022.

Peningkatan DPK tersebut ditopang oleh kenaikan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) perseroan sebesar 19,13% yoy menjadi Rp 156,2 triliun pada akhir Desember 2022.

Dengan peningkatan tersebut, biaya dana atau Cost of Fund (CoF) perseroan turun 53 basis poin (bps) yoy dari 3,13% pada 2021 menjadi 2,6% pada 2022.

Penurunan biaya dana juga ikut mengerek turun beban bunga (interest expense) hingga 14,94% yoy pada akhir tahun 2022.

Dengan kinerja positif kredit dan DPK, aset perseroan naik sebesar 8,14 persen yoy dari Rp371,86 triliun menjadi Rp402,14 triliun per 31 Desember 2022.

“Pertumbuhan bisnis tersebut juga diimbangi dengan penguatan modal, perbaikan kualitas serta peningkatan pencadangan, sehingga bisnis Bank BTN diharapkan terus tumbuh berkelanjutan,” ujar Haru.

Tercatat, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank BTN mencapai sebesar 16,13% atau naik 233 basis poin per 31 Desember 2022.

Kemudian, perbaikan proses bisnis turut menekan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross perseroan sebesar 32 bps yoy menjadi 3,38%.

Rasio pencadangan (coverage ratio) Bank BTN naik sebesar 1.383 bps yoy menjadi 155,65% per 31 Desember. Sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) perseroan tetap stabil di level 92,65%, serta rasio kecukupan likuiditas atau liquidity coverage ratio (LCR) berada di level yang sehat sebesar 238,5% per 31 Desember 2022

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru