Dolar Stabil, Yen di Tertinggi Oktober Setelah Wall Street Jatuh

- Pewarta

Kamis, 11 Oktober 2018 - 04:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indeks dolar AS, ukuran nilainya terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,11 persen menjadi 95,407.

Indeks dolar AS, ukuran nilainya terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,11 persen menjadi 95,407.

Mediaemiten.com, Tokyo – Kurs dolar AS stabil terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan Kamis (11/10/2018) pagi, setelah investor yang ketakutan mendorong saham-saham AS ke kejatuhan terburuk mereka dalam hampir delapan bulan semalam (Rabu 10/10/2018).

Indeks dolar AS, ukuran nilainya terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,11 persen menjadi 95,407 pada Kamis (11/10/2018) pagi, setelah mencapai setinggi 95,79 pada sesi sebelumnya.

Mata uang “safe-haven” yen menguat menjadi 112,25 terhadap dolar AS, tingkat tertinggi bulan ini, didorong oleh aksi penghindaran risiko di tengah peringatan dari IMF atas pertumbuhan global dan stabilitas keuangan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tekan jelasa Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunganya selama 12 bulan ke depan telah mendorong imbal hasil obligasi AS, yang telah didukung lebih lanjut oleh data-data ekonomi yang bagus.

“Kami memperkirakan kenaikan inflasi akan menjaga The Fed menaikkan suku bunga pada kecepatan sekali per kuartal saat ini hingga pertengahan 2019,” Capital Economics mengatakan dalam sebuah catatan.

Ekspektasi kenaikan suku bunga “hawkish” mungkin telah bekerja pada Rabu (10/10/2018) ketika aksi jual mengirim Nasdaq ditutup di 7.044,49 poin, level terendah sejak awal Juli.

S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average tidak terlalu jauh di belakang, keduanya jatuh lebih dari tiga persen.

Imbal hasil obligasi AS 10-tahun yang jadi patokan, mendingin dari tertinggi tujuh tahun 3,261 persen yang tercapai pada Selasa (9/10/2018) menjadi 3,1667 persen.

Euro naik 0,16 persen menjadi 1,1536 pada Kamis pagi setelah mencapai serendah 1,1477 pada sesi sebelumnya.

Perunding Brexit Uni Eropa, Michel Barnier, mengatakan pada Rabu (10/10/2018) bahwa pihaknya telah menyetujui banyak hal dari perjanjian penarikan diri menjelang pertemuan puncak 28 pemimpin nasional blok tersebut pada minggu depan.

Tetapi kenaikan euro kemungkinan akan dibatasi oleh kekhawatiran pasar tentang keberlangsungan keuangan publik Italia, meskipun Menteri Ekonomi Italia Giovanni Tria menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan segala daya untuk mendapatkan kembali kepercayaan pasar keuangan.

Sterling diperdagangkan pada 1,3207 dolar AS, tertinggi dalam seminggu, karena investor bertaruh tentang keberangkatan Inggris dari Uni Eropa pada Maret.

Pound telah menguat lebih dari dua persen terhadap dolar AS selama lima sesi perdagangan terakhir.

Dolar Australia, sering dilihat sebagai pengukur penghindaran risiko global, diperdagangkan datar di 0,7068 pada Kamis (11/10/2018) pagi.

Dolar Selandia Baru, atau kiwi, diperdagangkan pada 0,6454, dekat level terendah multiyear 0,6422 yang terlihat pada Senin (8/10/2018).

“Pedagang akan fokus pada pasangan yang sensitif terhadap risiko ketika kita bergerak melalui hari-hari perdagangan dengan Aussie dan kiwi dalam fokus tajam saat mereka duduk di kisaran ekstrem,” kata Nick Twidale dari Rakuten Securities.

Emas datar di 1,194 dolar AS, bertahan di bawah tingkat psikologis 1,200 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI: Usulan MSCI Bukan Vonis Akhir, Pasar Modal RI Perlu Reformasi Nyata
Seminar Nasional PROPAMI Bahas Ekosistem Pasar Modal dari Berbagai Perspektif
Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:20 WIB

PROPAMI: Usulan MSCI Bukan Vonis Akhir, Pasar Modal RI Perlu Reformasi Nyata

Sabtu, 26 September 2026 - 20:02 WIB

Seminar Nasional PROPAMI Bahas Ekosistem Pasar Modal dari Berbagai Perspektif

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Berita Terbaru