MEDIA EMITEN – Harga emas turun 0,78% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertekan oleh greenback yang lebih kuat. Pasar menunggu lebih banyak sinyal tentang kebijakan moneter Federal Reserve dari data ekonomi utama Amerika Serikat minggu ini.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, tergelincir 13,70 atau 0,78% menjadi US$ 1.740,30 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di leel US$ 1.763,50 dan terendah US$ 1.738,20 per ounce.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,68% menjadi 106,6810. Dolar AS menguat mengantisipasi pidato dari beberapa pembicara Fed, termasuk Ketua Jerome Powell pekan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Presiden Federal Reserve Bank of New YorkJohn Williams mengatakan dalam pidato pada Senin di Economic Club of New York bahwa suku bunga perlu naik lebih lanjut dan tetap tinggi hingga tahun depan tetapi dapat diturunkan selama 2024.
Williams memperkirakan pengangguran akan naik menjadi 4,5% hingga 5% pada akhir tahun depan dari 3,7% saat ini. Inflasi melambat dari tingkat antara 5 – 5,5% pada akhir tahun menjadi 3 – 3,5% tahun depan.
Investor juga menunggu rilis serangkaian data ekonomi AS minggu ini, termasuk pembacaan PDB kuartal ketiga pada Rabu , indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada Kamis, dan data pekerjaan bulanan pada Jumat.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 51,5 sen atau 2,4% menjadi US$ 20,915 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 11,50 atau 1,16% menjadi US$ 999,30 per ounce.







