MEDIA EMITEN – Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menembus level psikologis Rp 15.700. Kurs JISDOR pada Jumat 4 November 2022 tercatat Rp 15.736 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.681 per dolar AS.
Sementara itu, di pasar antarbank rupiah ditutup pada level Rp15.738 per dolar AS atau melemah 43 poin atau 0,27% dari posisi hari sebelumnya Rp15.695 per dolar AS.
Rupiah tertekan oleh penguatan dolar AS yang menguat didorong oleh pernyataan hawkish bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed). Dolar AS yang menjadi aset safe haven permintaannya meningkat juga didukung oleh isu ketegangan politik di berbagai wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Belum selesainya masalah geopolitik Rusia-ukraina, hubungan antara Korea Utara dan Rusia juga mulai memanas.
Dolar AS menguat khususnya setelah The Fed memberi sinyal suku bunga akan mencapai level puncaknya di atas yang diperkirakan investor saat ini.
Sentimen lain yang mendukung penguatan dolar AS adalah perilisan data klaim awal tunjangan pengangguran AS yang dirilis semalam yang menunjukkan jumlah klaim baru oleh orang Amerika untuk tunjangan pengangguran sebesar 217.000 klaim untuk tingkat mingguan yang berakhir 29 Oktober, lebih rendah dari perkiraan pasar untuk sebesar 220.000 klaim.
Pelaku pasar akan mencari petunjuk dari data tenaga kerja AS untuk indikator kebijakan The Fed pada masa depan. Fokus pasar tertuju ke rilis data ekonomi AS seperti average hourly earnings, non farm rmployment change, dan unemployment rate nanti malam.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.734 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.711 per dolar AS hingga Rp15.749 per dolar AS.







