AS Akan Lepas Cadangan Minyak

- Pewarta

Rabu, 19 Oktober 2022 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AS Akan Lepas Cadangan Minyak

Foto ilustrasi: eksplorasi minyak/DOk

MEDIA EMITEN – Harga minyak turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Pemerintah AS akan terus melepaskan minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) sebelum pemilihan kongres bulan depan.

Langkah ini sebagai tindakan kekecewaan AS karena OPEC+ mulai November memotong produksi minyak 2 juta barel per hari. Sentimen negatif lain untuk minyak adalah kekhawatiran terjadinya resesi dunia.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November tergelincir US$ 2,64 atau 3,1% menjadi US$ 82,82 per barel di New York Mercantile Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember turun US$ 1,59 atau 1,7% menjadi US$ 90,03 per barel di London ICE Futures Exchange.

Bloomberg melaporkan bahwa pemerintahan Joe Biden sedang bergerak menuju pelepasan setidaknya 10 juta hingga 15 juta barel minyak dari cadangan darurat negara itu dalam upaya untuk menjaga harga bensin agar tidak naik lebih jauh, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Di sisi lain, China, importir minyak mentah utama dunia, menunda tanpa batas waktu rilis indikator ekonomi yang semula dijadwalkan akan diterbitkan pada Selasa, menunjukkan kepada pasar bahwa permintaan bahan bakar secara signifikan tertekan di wilayah tersebut.

“Ini bukan pertanda baik ketika China memutuskan untuk tidak mempublikasikan angka ekonomi,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York seperti dikutip oleh Reuters.

Kepatuhan China terhadap kebijakan nol-COVID terus meningkatkan ketidakpastian tentang pertumbuhan ekonomi negara itu, kata analis CMC Markets Tina Teng.

Faktor lain yang juga membebani harga adalah kekhawatiran bahwa ekonomi global yang melambat akan mengganggu permintaan energi.

Sementara itu, para pedagang menunggu data persediaan bahan bakar AS karena Badan Informasi Energi AS (EIA) akan merilis laporan persediaan minyak mingguan AS pada Rabu waktu setempat.

Berita Terkait

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Berita Terbaru