BTN Dapat Restu Rights Issue 4,6 Miliar Saham

- Pewarta

Selasa, 18 Oktober 2022 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BTN Dapat Restu Rights Issue 4,6 Miliar Saham

RUPSLB menyetujui right issue BBTN 4,6 miliat saham/IST.

MEDIA EMITEN – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mendapat restu dari pemegang saham untuk melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 4,6 miliar lembar saham.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah menyetujui aksi korporasi untuk right issue.

“Bertindak sebagai pembeli siaga atau standby buyer yaitu pemerintah dengan porsi sekitar 60% dan publik baik lokal maupun asing sekitar 40%,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 18 Oktober 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, aksi rights issue senilai Rp 4,13 triliun itu akan meningkatkan kemampuan perseroan dalam penyaluran pembiayaan ke sektor perumahan baik subsidi maupun non subsidi mengingat kebutuhan pembiayaan di sektor tersebut masih sangat besar.

“Perbankan kalau kasih pinjaman butuh likuiditas. CAR kita di bawah rata-rata 11 bank terbesar. Kita harapkan dengan tambahan modal ini, kemampuan memberikan kredit menjadi lebih besar,” kata Haru.

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI telah menyetujui penambahan modal melalui rights issue BTN, dengan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,48 triliun dan publik sebesar Rp 1,65 triliun.

Sepanjang periode Januari-Juni 2022, Bank BTN berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp 286,152 triliun meningkat 7,61% dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 265,907 triliun. Penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada semester I 2022.

Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Juni 2022 mencapai Rp 251,914 triliun. Dari jumlah tersebut, KPR Subsidi pada semester I 2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp 137,255 triliun, tumbuh 8,685 dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 126,297 triliun.

Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,84 % menjadi Rp 85,305 triliun pada semester I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 80,598 triliun.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru

SWI Group mempercepat transformasi menuju Infrastruktur Digital

Pers Rilis

SWI Group mempercepat transformasi menuju Infrastruktur Digital

Rabu, 26 Agu 2026 - 08:36 WIB