MEDIA EMITEN – Sentimen global terkait kekhawatiran resesi membuat indeks dolar AS terus naik yang menekan mata uang dunia termasuk rupiah. Pada Senin 26 September 2022, kurs JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) tercatat di level Rp15.119,00.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 92 poin atau 0,61 persen ke posisi Rp15.130 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.038 per dolar AS.
Sedangkan indeks USD (DXY) naik menembus level 113, tertinggi selama 20 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sentimen kebijakan moneter The Federal Reserve AS masih membayangi pasar. The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin pada September ini, melanjutkan langkah serupa dari Juni dan Juli lalu.
The Fed juga mengindikasikan masih akan ada kenaikan suku bunga hingga akhir 2022 sebagai upaya bank sentral untuk menekan inflasi yang tinggi di Negeri Paman Sam. Ketua Federal Reserve Jerome Powell berjanji bahwa ia dan sesama pembuat kebijakan akan terus berjuang untuk mengalahkan inflasi.
Target suku bunga kebijakan The Fed sekarang berada di level tertinggi sejak 2008 ke kisaran 4,25-4,5 % pada akhir tahun ini dan berakhir pada 2023 di 4,5-4,75%.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.066 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.063 per dolar AS hingga Rp15.135 per dolar AS.
Baca Juga:
COMAU RAIH “OUTSTANDING PARTNER AWARD”, HORSE POWERTRAIN PRODUKSI TIGA JUTA UNIT TRANSMISI
Savaya Group Hadirkan Zumana, Destinasi Baru di Pesisir Kuta Bali
Trinasolar Dukung Proyek PLTS dan Penyimpanan Energi 10 MWh di Phu Quoc, Vietnam
Sedankan kurs JISDOR Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp15.119 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.035 per dolar AS.






