MEDIA EMITEN – Aksi jual investor asing makin deras pada perdagangan Senin 26 September 2022, mencapai Rp 1,37 triliun di semua pasar. Sentimen global terus menekan rupiah dan IHSG ditutup merosot 0,71% atau 51,08 poin ke level 7.127,5.
Penguatan dolar AS karena kekhawatiran resesi global telah memukul mata uang dunia, termasuk rupiah. Rupiah ditutup melemah 92 poin atau 0,61% ke posisi Rp15.130 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.038 per dolar AS.
Prospek ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan membuat dolar melanjutkan penguatan dan melemahkan gerak sejumlah komoditas seperti minyak WTI yang bahkan sudah turun ke level di bawah US% 80 per barel.Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dimana sektor energi paling dalam yaitu minus 3,98%, diikuti sektor perindustrian dan sektor teknologi masing-masing minus 2,73% dan minus 2,25%. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor keuangan sebesar 0,21%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PICO, RAFI, KJEN, SICO, dan ENZO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SMDM, BUMI, AKRA, BRMS, dan COAL.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.364.832 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,08 miliar lembar saham senilai Rp14,83 triliun. Sebanyak 134 saham naik, 442 saham menurun, dan 128 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 722,28 poin atau 2,66% ke 26.431,55, indeks Hang Seng turun 78,13 poin atau 0,44% ke 17.855,14, dan indeks Straits Times terkoreksi 45,13 poin atau 1,4% ke 3.181,97.







