MEDIA EMITEN –Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan 40,32 poin atau 0,56% ke level i 7.178,58 pada penutupan perdagangan Jumat 23 September 2022. Aksi jual asing berlanjut dengan mencatatkan net sell sebesar Rp 768,67 miliar di semua pasar.
Era kenaikan suka bunga untuk melawan inflasi menjadi kekhawatiran investor. Setelah Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga 0,75%, hampir semua bank sentral lainnya mengikuti dengan tujuan untuk melawan inflasi.
Suku bunga acuan naik tajam minggu ini di berbagai negara antara lain, AS, Inggris, Swedia, Swiss, Norwegia, Indonesia, Filipina, dan Taiwan. Namun pandangan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), bahwa suku bunga acuan akan tetap tinggi pada 2023, adalah pemicu utama aksi jual di pasar saham.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasar obligasi dan valuta asing (valas) juga turut terguncang oleh kenaikan terkini suku bunga acuan di AS dimana reli nilai tukar mata uang dolar AS mulai membuat sejumlah negara mitra dagang AS mulai merasa tidak nyaman.
Nilai tukar euro dan yen terhadap dolar AS turun ke level terendah dalam 20 tahun sehingga memicu intervensi pasar oleh Pemerintah Jepang untuk pertama kali sejak 1998.
Pasar obligasi diselimuti oleh kecemasan karena investor dan pemangku kebijakan kesulitan menentukan seberapa tinggi suku bunga jangka pendek harus naik untuk menjinakkan inflasi di berbagai belahan dunia.
Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dengan sektor teknologi paling dalam 1,41%, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor kesehatan masing-masing turun 1,11% dan 1%.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor barang konsumen primer dan sektor transportasi & logistik masing-masing sebesar 0,7% dan 0,51%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SRAJ, WMPP, WINS, KJEN, PNIN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AMMS, BUMI, COAL, CARS, dan DEWI.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp768,67 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp748,74 miliar.
Baca Juga:
Reconova Debut di Ajang PTE Asia 2026, Dorong Ekspansi Smart Aviation Berbasis Embodied Intelligence
Hollyland WeConnect 2026 Soroti Hal yang Tak Tergantikan di Era AI
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.375.789 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,95 miliar lembar saham senilai Rp14,64 triliun. Sebanyak 268 saham naik, 248 saham menurun, dan 182 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Hang Seng melemah 214,68 poin atau 1,18% ke 17.933,27, Indeks Shanghai turun 20,54 poin atau 0,66% ke 3.088,37, dan Indeks Straits Times terkoreksi 35,97 poin atau 1,1% ke 3.227,1. Sedangkan bursa saham Jepang libur.








