KSSK Pantau Risiko Stagflasi ke Ekonomi RI

- Pewarta

Senin, 1 Agustus 2022 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA EMITEN – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memantau risiko stagflasi dan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap perekonomian Indonesia.

“Meningkatnya risiko stagflasi dan ketidakpastian pasar keuangan global menjadi perhatian dari KSSK,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin 1 Agustus 2022.

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi global diperkirakan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya seiring meningkatnya risiko stagflasi dan ketidakpastian pasar keuangan global.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tekanan inflasi global pun terus meningkat seiring dengan tingginya harga komoditas akibat berlanjutnya gangguan rantai pasok yang semakin parah oleh adanya perang di Ukraina.

“Kebijakan-kebijakan proteksionisme terutama di bidangan pangan juga semakin meluas,” ujarnya.

Berbagai negara terutama Amerika Serikat (AS) telah merespon tingginya inflasi dengan mengetatkan kebijakan moneter dan lebih agresif dalam meningkatkan suku bunga acuannya sehingga menyebabkan pemulihan ekonomi di AS tertahan.

Menurut Sri Mulyani, langkah tersebut meningkatkan terjadinya fenomena stagflasi yaitu inflasi tinggi yang dikombinasikan dengan kondisi perekonomian yang melemah.

Hal tersebut dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara termasuk AS, Eropa, Jepang, China dan India yang diperkirakan akan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.

“Ini disertai juga dengan semakin meningkatnya kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya resesi di AS maupun di Eropa,” katanya.

Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) telah merevisi ke bawah terhadap proyeksi pertumbuhan global yaitu dari 4,1% menjadi 2% oleh Bank Dunia dan 3,6% ke 3,2% oleh IMF.

Sementara ketidakpastian di pasar keuangan global akibat tingginya inflasi di negara maju dan pengetatan kebijakan moneter telah mengakibatkan aliran keluar modal asing khususnya investasi portofolio.

“Ini juga menekan di berbagai negara berkembang,” tegas Sri Mulyani.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru