MEDIA EMITEN – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 20,22 triliun pada semester I-2022, melesat 61,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyebutkan, terdapat beberapa pencapaian kinerja keuangan lainnya yang memperlihatkan perbaikan di semester I-2022, yakni aset yang mencapai Rp1.786 triliun atau tumbuh sebesar 13% (yoy).
“Bank Mandiri mencatatkan kinerja keuangan progresif sampai kuartal II dan berhasil menjadi grup keuangan terbesar yang memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi,” katanya di Jakarta, Kamis 28 Juli 2022.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, kredit konsolidasi Bank Mandiri tercatat tumbuh tinggi 12,2% (yoy) menjadi Rp1.138 triliun, serta total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 12,8% (yoy) menjadi Rp1.318 triliun, yang didukung oleh rasio dana murah (CASA) sebesar 75% secara bank only.
Di sisi lain, pendapatan operasional sebelum provisi tercatat sebesar Rp 35,4 triliun atau tumbuh 22% (yoy), return on equity (ROE) secara konsolidasi mencapai 23,03%, dan rasio kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) turun menjadi 2,42%.
Seluruh kinerja keuangan yang baik tersebut, menurut Darmawan, membuat kinerja saham Bank Mandiri tumbuh 12,8% sampai dengan pertengahan tahun ini.







