Rugi GOTO Membangkak

- Pewarta

Senin, 30 Mei 2022 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rugi GOTO Membangkak

Foto ilustrasi: PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)/Dok.

MEDIA EMITEN – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membengkak pada triwulan I-2022 menjadi Rp 6,61 triliun dari Rp Rp 1,95 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut CEO GOTO Andre Soelistyo, kerugian GOTO membengkak karena data pembanding laporan keuangan triwulan I-2021 disajikan tanpa Tokopedia. “Gojek baru resmi bergabung dengan Tokopedia pada Mei 2021. Jadi, membandingkan kinerja GoTo kuartal I 2022 dengan kuartal I 2021 kurang tepat,” katanya di Jakarta, Senin 30 Mei 2022.

Ia menjelaskan, laporan keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia dan anak perusahaan periode kuartal I 2021 disajikan tanpa Tokopedia dikarenakan penggabungan dari Gojek dan Tokopdia baru selesai dilakukan bulan Mei 2021. Untuk menggambarkan bisnis secara apple to apple , kata dia,akan lebih tepat menggunakan laporan keuangan proforma,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam laporan keuangan konsolidasian interm yang tidak diaudit tercatat jumlah aset perusahaan Rp 151,13 triliun pada triwulan I-2022. Aset tersebut turun jika dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 155,13 triliun.

Sementara itu, total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 16,61 triliun. Liabilitas mengalami kenaikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 16,11 triliun.

Di sisi lain, pendapatan bersih perseroan tercatat sebesar Rp 1,49 triliun. Angka ini naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 904,83 miliar.Dalam laman Bursa Efek Indonesia (BEI) disebutkan, pendapatan kotor naik 142,06% menjadi Rp 5,231 triliun.Namun, promosi kepada pelanggan bengkak 197,2% menjadi Rp 3,734 triliun. Hasilnya,  pendapatan bersih naik 65,59% menjadi Rp1,497 triliun.

Namun, beban pokok pendapatan naik 75,32% menjadi Rp1,215 triliun, beban penjualan dan pemasaran melonjak 666,1% menjadi Rp 3,302 triliun. Demikian juga dengan beban umum dan administrasi membesar  270,15% menjadi Rp 2,58 triliun. Lalu, beban pengembangan produk naik 85,63% menjadi Rp 995,94 miliar. Berikutnya,beban penyusutan dan amortisasi melejit 128,5% menjadi Rp761,46 miliar.

Walau perseroan mencatatkan penyesuaian nilai wajar instrumen keuangan senilai Rp 1,056 triliun, berbanding terbalik dengan kuartal I 2021 yang mencatatkan beban Rp 145 miliar.  Tapi perseroan harus mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan Rp 6,6 triliun.

Sedangkan, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp 3,34 triliun, naik 173,7% dibanding triwulan I-2021 karena pembayaran kepada pelanggan melonjak 301%menjadi Rp 5,571 triliun.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru