Telkom Bagikan Dividen Rp 14,86 Triliun

- Pewarta

Jumat, 27 Mei 2022 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)/Dok

Foto ilustrasi: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)/Dok

MEDIA EMITEN – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp14,86 triliun kepada pemegang saham atau 60% dari perolehan laba bersih tahun buku 2021.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk Ririek Adriansyah menjelaskan, sebesar 40% sisa laba bersih sebesar Rp 9,9 triliun sebagai laba ditahan, untuk pengembangan perseroan.

“Besar harapan kami bahwa seluruh program yang kita jalankan akan dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat tidak hanya untuk Telkom namun juga bagi seluruh masyarakat dan negara untuk menjadikan Indonesia lebih baik,” katanya menjelaskan hasil RUPST melalui konferensi pers daring di Jakarta, Jumat 27 Mei 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, laba ditahan akan digunakan untuk pengembangan usaha Telkom di bidang konektivitas digital, platform digital dan digital services antara lain pengembangan data center dan penguatan kapabilitas cloud yang diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan pendapatan pada masa mendatang.

Dengan besaran dividen tersebut berarti dividen yang diterima oleh pemegang saham adalah sebesar Rp 149,9 per lembar saham. Pembayaran dividen tahun buku 2021 akan dilakukan selambat-lambatnya pada 1 Juli 2022.

Selain itu, dalam RUPST tersebut juga diputuskan tidak ada perubahan dalam kepengurusan Telkom.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi mengatakan bahwa terkait prospek bisnis pada semester II tahun ini, pihaknya berharap prospek bisnisnya tetap sejalan dengan ekspektasi pada waktu menyusun Rencana Kinerja Anggaran Perusahaan atau RKAP.

“Kita berharap pada semester II tahun ini, industri menjadi lebih realistis lagi kompetisinya terutama pada segmen seluler,” kata Heri. Kemudian segmen bisnis lainnya misalnya pada data center, business to business (B2B) IT services terus tumbuh sehingga Telkom bisa berharap industri telekomunikasi secara keseluruhan tumbuh di mid single digit pada tahun ini.

Heri berharap perseroan masih mempertahankan performa rasio profitabilitas, meski terdapat tekanan dari Perang Rusia-Ukraina terhadap input-input seperti harga produk. “Mudah-mudahan ini bisa kita kelola dampaknya dan kita masih bisa mendapatkan hasil yang sudah disampaikan sebelumnya,” katanya.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru