Rupiah Melemah di Tengah Minimnya Sentimen Positif

- Pewarta

Senin, 1 Oktober 2018 - 03:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (1/10/2018) pagi bergerak melemah tipis sebesar empat poin menjadi Rp14.900 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.896 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Senin (1/10/2018) mengatakan bahwa pergerakan negatif masih terjadi pada mata uang rupiah di tengah minimnya sentimen positif yang beredar.

“Pascadinaikannya tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (7-Day Reverse Repo Rate), belum banyak berimbas pada rupiah,” katanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar uang juga menilai sentimen perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok belum akan usai dalam waktu dekat sehingga membuat permintaan terhadap mata uang “safe haven” seperti dolar AS masih meningkat.

“Selain itu, penguatan dolar AS juga didukung kenaikan sejumlah data-data ekonomi AS,” katanya.

Ia mengharapkan data-data ekonomi di awal bulan ini memberikan sentimen positif pada mata uang rupiah serta dapat mengimbangi sejumlah sentimen yang menekan mata uang domestik.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menambahkan mata uang dolar AS cenderung menguat terhadap mata uang utama dunia seiring potensi berlanjutnya kenaikan suku bunga AS.

“Sebagian investor mulai bereaksi terkait kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga the Fed yang akan terus berlanjut hingga tahun depan,” katanya. (zub)

Berita Terkait

PROPAMI: Usulan MSCI Bukan Vonis Akhir, Pasar Modal RI Perlu Reformasi Nyata
Seminar Nasional PROPAMI Bahas Ekosistem Pasar Modal dari Berbagai Perspektif
Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:20 WIB

PROPAMI: Usulan MSCI Bukan Vonis Akhir, Pasar Modal RI Perlu Reformasi Nyata

Sabtu, 26 September 2026 - 20:02 WIB

Seminar Nasional PROPAMI Bahas Ekosistem Pasar Modal dari Berbagai Perspektif

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Berita Terbaru