Laba Bersih HM Sampoerna Tergerus 37,95% Imbas Terpuruknya Daya Beli Masyarakat

- Pewarta

Rabu, 24 Maret 2021 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laba Bersih HM Sampoerna Tergerus 37,95% Imbas Terpuruknya Daya Beli Masyarakat

MEDIA EMITEN – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat penurunan laba bersih sebesar 37,95% pada akhir 2020 dibandingkan akhir 2019 dari Rp 13,721 triliun menjadi Rp 8,581 triliun.

Akibatnya, laba per saham dasar emiten produsen rokok ini turun dari Rp 118 menjadi Rp 74.

Dalam publikasi laporan keuangan perseroan telah diaudit yang dikutip mediaemiten.com, total penjualan bersih sepanjang tahun 2020 turun 13,2% dari Rp 106,05 triliun menjadi sebesar Rp 92,425 triliun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beban pokok pendapatan turun 7,8% dari Rp 79,932 triliun menjadi Rp 73,653 triliun.

Ini membuat laba kotor tergerus 28,14% menjadi Rp 18,771 triliun.  

Pada sisi ekuitas tercatat turun 15,24% dari Rp 35,679 triliun menjadi sebesar Rp 30,241 triliun.

Namun total kewajiban naik 27,64% dari Rp 15,223 triliun menjadi Rp 19,432 triliun.

Hasilnya, aset perseroan tercatat Rp 49,674 triliun atau turun 2,41% dibanding akhir tahun 2019 sebesar Rp 50,902 triliun.

Sementara arus kas diperoleh dari aktivitas operasi turun 30,28% dari Rp 17,145 triliun menjadi Rp 11,953 triliun.

Baca Juga: Grup Band Shaden Louth Ramaikan Dunia Permusikan Indonesia, Terbentuk Saat Pandemi

Untuk menggenjot pertumbuhan penjualan di tahun ini, HM Sampoerna meningkatkan penjualan segmen sigaret kretek tangan (SKT) sebagai salah satu upaya memulihkan kinerja keuangan.

Tercatat sepanjang tahun 2020, perseroan menjual 79,5 miliar batang atau turun 19,3% dibandingkan 2019 sebesar 98,5 miliar batang.

HMSP juga mengalami penurunan pangsa pasar sepanjang 2020 menjadi hanya sebesar 28,8% dari total penjualan rokok domestik sebesar 276,3 miliar batang.

Sebelumnya, pangsa pasar HMSP pada 2019 sebesar 32,2% dari total penjualan rokok domestik sebesar 305,7 miliar batang.

Menurut Presiden Direktur HM Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai bagi segmen SKT pada tahun ini dapat membantu kinerja perseroan dan melindungi para pekerja.

“Keputusan pemerintah itu memberikan peluang bagi perseroan untuk memulihkan kinerja, untuk itu, perseroan akan meningkatkan pekerja di kategori itu, sekaligus memacu penjualan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, segmen SKT menggunakan lebih banyak tembakau dan memiliki jumlah pekerja 200 kali lebih banyak daripada segmen sigaret kretek menggunakan mesin atau SKM.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Keuangan menaikkan tarif cukai rokok sebesar 12,5% untuk rokok sigaret putih mesin (SPM) dan sigaret kretek mesin (SKM) yang berlaku sejak awal Februari 2021.

Kendati demikian, untuk rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT) tidak mengalami perubahan tarif cukai.

Selain itu, peluang pemulihan kinerja melalui segmen itu pun didukung oleh pangsa pasar perseroan di segmen SKT yang hingga kuartal III/2020 masih sekitar 38,7%.

Simak Juga: Serial Biografi si Leher Beton Mike Tyson Akan Diperankan Jamie Foxx

Trumpaitis menambahkan melemahnya ekonomi Indonesia tercermin dari menurunnya daya beli masyarakat telah berdampak pada bisnis HM Sampoerna.

“Volume penjualan kami turun, karena di secara industri pun juga turun, Jadi tahun lalu bukan tahun yang mudah bagi Indonesia dan bagi kami juga,” ujar Trumpaitis. (wan)

Berita Terkait

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Berita Terbaru