DPR Nanya, Ada Apa Nih Kok Shell Keluar dari Proyek Blok Masela

- Pewarta

Rabu, 26 Agustus 2020 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Komisi VII DPR RI mempertanyakan keluarnya (Divestasi) Shell Upstream Overseas Ltd dari Proyek Blok Masela. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Satuan Kerja Khusus (SKK) Minyak dan Gas, dan Inpex corporation di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2020).

“Shell tidak lagi bersama Inpex untuk melanjutkan Blok Marsela, ada apa ini? Kalau dari bahasa swasta, bisnis seperti itu biasa, tapi bagi kami disini hal ini tidak biasa, yang paling dirugikan Inodnesia. Kalau ada kemunduran seperti ini bagaimana jalan keluar dari SKK Migas. Jangan sampai Indonesia menjadi lahan untuk menari-nari para broker. Mendapat “paper” dan mendapat untung, menari-nari disana,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI, Moreno dalam rapat tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi VII DPR RI lainnya, Kardaya Warnika. Ia menilai langkah mencari pengganti Shell juga bukan perkara mudah. Selain nilai proyek yang tergolong besar, proyek ini juga merupakan proyek onshore sehingga mempengaruhi pertimbangan para calon investor.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita juga minta kepastian dari Inpex jika tidak menemukan mitra yang mumpuni apa akan tetap lanjutkan atau tidak. kalau tidak bisa terbengkalai.Jangan sampai digantung-gantung dan berakhir tak pasti,” tegas politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Pada kesempatan itu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto  menjelaskan saat isu Shell akan melepas hak partisipasinya di Blok Masela ini berkembang di publik, pihak Shell langsung menghadap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Setelah itu, Menteri pun memintanya untuk mengirimkan surat kekecewaan Pemerintah kepada Shell.

Shell melalui anak usaha Shell Upstream Overseas Services Ltd memiliki hak partisipasi sebesar 35 Persen di proyek Blok Masela ini. Sedangkan sisanya dimiliki oleh Inpex via Inpex Masela Ltd sebanyak 65 Persen Proyek senilai hampir 20 miliar Dollar Amerika Serikat ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2027 dengan menghasilkan gas sebesar 1.600 juta kaki kubik per hari (mmscfd) atau setara 9,5 juta ton LNG per tahun (mtpa), dan gas pipa 150 mmscfd serta 35.000 barel minyak per hari.

Di akhir rapat, Komisi VII DPR RI sepakat untuk melakukan pendalaman teknis permasalahan dan divestasi Shell Upstream Overseas Services Ltd pada proyek abadi Blok Marsela dalam bentuk Panja (Panitia Kerja) Migas Komisi VII DPR RI. (dpr)

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB