Pengembangan Potensi Ikan Bisa Menjadi Solusi Pangan Nasional

- Pewarta

Selasa, 14 Juli 2020 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Parairan Indonesia yang sangat luas tentu menawarkan kekayaan pangan yang luar biasa. Produk perikanan bisa menyuplai kebutuhan pangan nasional, baik perikanan tangkap maupun budidaya. Anggota Komisi IV DPR RI Hamid Noor Yasin menilai ikan bisa menjadi kebutuhan primer dan beras menjadi sekunder.

“Paparan bentangan air yang menutup bumi Indonesia ini jauh lebih luas daripada daratan. Seharusnya ini menjadi sinyal bahwa yang hidup di air merupakan sebuah potensi menyuplai kebutuhan pokok pangan seluruh penduduk Indonesia,” kata Hamid dalam keterangan persnya yang diterima Parlementaria, Senin (13/7/2020)

Ide beberapa ilmuwan yang menyarankan agar Indonesia memperkuat perikanan, baik tangkap maupun budi daya mesti menjadi pertimbangan kuat dalam penyusunan kebijakan pangan nasional. Menjadikan Ikan sebagai kebutuhan primer dan beras sebagai sekunder merupakan ide out of the box, tapi ini merupakan solusi menarik untuk merubah pola kehidupan masyarakat Indonesia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Protein dari ikan ini kan sangat tinggi, selain menjadikan rakyat Indonesia semakin cerdas, juga akan menjadi perlawanan kuat terhadap ancaman stunting. Belum lagi negara kita akan menjadi lumbung pangan yang benar-benar bukan pencitraan,” kata Hamid. Legislator dapil Jawa Tengah IV ini melihat, tidak dilibatkannya Kementerian Pertanian dalam beberapa kebijakan besar terkait pangan merupakan kesalahan besar pemerintah yang pertama.

Tapi, lanjutnya, kesalahan utamanya adalah tidak membangun integrasi kedaulatan pangan yang melibatkan seluruh lembaga besar. Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian PUPR, hingga LIPI, merupakan lembaga-lembaga besar yang bila bersinergi akan mewujudkan seluruh infrastruktur kedaulatan pangan dari hulu hingga hilir.

“Saya tidak terlalu mempersoalkan pemerintah menunjuk siapa koordinator food estate. Yang menjadi persoalan adalah, jangan sampai uang negara berhamburan tanpa bekas nantinya karena kegagalan memilih orang dan eksekusi kebijakan. Amanat rakyat ini sangat berat pertanggungjawabannya di masa depan,” kilah Hamid.

Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah telah menunjuk Menteri Pertahanan sebagai leading sector untuk memperkuat food estate dengan target 700 ribu hektare. Dalam konteks ini Hamid mempertanyakan, apakah selama ini sudah tepat menjadikan beras sebagai pangan primer untuk mencukupi kebutuhan nasional. Kejayaan surplus beras sudah jadi masa lalu bangsa ini.

Hanya sekitar 2 tahun saja antara 1984 sampai dengan 1986 memang surplus beras. Baru pada 1985, Indonesia memulai untuk ekspor beras. Ekspor pertama kali ke Vietnam dengan jumlah 100 ribu ton beras. Meski hanya mampu bertahan sampai tahun 1986. Berbagai versi Indonesia surplus beras, ekspor beras, dan berbagai argumen, itu tidaklah sesuai kenyataannya. (dpr)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru