Harus Bermutu, Praja IPDN Pewaris Tahta Pemerintahan Dalam Negeri

- Pewarta

Senin, 13 Juli 2020 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Agung Widyantoro menyebut bahwa praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) adalah pewaris tahta pemerintahan dalam negeri. Hal tersebut dikatakannya agar ada semangat yang menunjukkan nilai lebih yang dimiliki oleh Praja IPDN dibandingkan alumni dari sekolah kedinasan yang lain.

“Catatan-catatan yang disampaikan oleh kawan-kawan (Anggota Komisi II DPR RI) sebetulnya lebih kepada peningkatan mutu. Beberapa waktu lalu kami pernah berkunjung ke (IPDN Kampus) Bukittinggi, untuk ketersediaan literasi, ini sangat memprihatinkan sekali,” ucap Agung saat Rapat Kerja Komisi II DPR RI dengan Menteri Dalam Negeri dalam rangka evaluasi kinerja Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2019 hingga Juni 2020, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Saat bertemu dengan para Praja IPDN di IPDN Kampus Bukittinggi, Sumatera Barat, Agung mengaku sangat membanggakan sekali. Bahkan ia memprediksikan sepertinya Indonesia dalam waktu 50 tahun ke depan akan menjadi negara super power. Karena setiap pertanyaan yang diajukan kepada para Praja IPDN selalu dijawab dengan kata ‘siap’ dan jawabannya juga selalu memuaskan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tetapi ketika ditanyakan beberapa literasi (kepadanya), seperti (hafal tidak dengan) teori kemiskinan atau reinventing government, ternyata literasi di perpustakaannya itu tidak ada. Padahal ini prinsip. Bagaimana bisa tampil sebagai administratur yang akan membawa nama harum bangsa serta mampu menurunkan angka kemiskinan? Bukan hanya cukup dengan dijawab dengan kata ‘siap’ saja,” ujar politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Agung menyampaikan, seperti halnya Praja-Praja (lulusan IPDN) yang sudah ditempatkan di daerah-daerah, menurutnya banyak yang harus selalu di-update keilmuannya. “Karena ilmu pengetahuan, khususnya di pemerintahan dalam negeri ini kan dinamis mengikuti perkembangan jaman,” tandas mantan Bupati Brebes itu.

Kemudian dari sisi pengajar, Agung berharap agar para pengajar tersebut benar-benar memiliki kualifikasi yang baik. “Tenaga-tenaga pengajar ini jangan sampai menjadi wadah untuk memfungsionalkan pejabat yang sudah injury time dari jabatan strukturalnya. Dan fenomena seperti ini tidak terjadi di pusat saja, tetapi di daerah pun demikian,” pungkas legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah IX itu. (dpr)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru