Terkait Resuffle Jokowi Diminta Jangan Percaya Hasil Survei, Ini Alasannya

- Pewarta

Minggu, 5 Juli 2020 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak terpengaruh dengan berbagai hasil survei terkait tingkat popularitas, elektabilitas dan kinerja para Menteri, pasca tercetusnya wacana Reshuffle dan memangkas Kementerian atau Lembaga Negara oleh Jokowi, saat memimpin rapat paripurna kabinet Indonesia Maju pada 18 Juli silam.

“Kalau Kementerian nan nama (Menteri), Pak Jokowi jangan percaya survei. Tadi bagus surveinya tapi Qodari (Lembaga Survei Indo Barometer) keluarin, Yunarto (Lembaga Survei Charta Politika Indonesia) keluarin, Masinton (anggota DPR fraksi PDI-Perjuangan) keluarin juga bisa. Jadi jangan percaya,” kata Mardani dalam diskusi daring bertajuk’Menanti Perombakan Kabinet’, Jakarta (4/7/2020).

Sebab menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, hasil survei tersebut seharusnya hanya dijadikan sebagai masukan dan pertimbangan tambahan Kepala Negara dalam melakukan Reshuffle.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai adanya hal penting yang harus dijadikan Jokowi sebagai acuan untuk Reshuffle para Menteri itu, yakni terdapat pada komitmen dan kompetensi kerja dari para pembantu Presiden.

“Itu (hasil survei) masukkan saja. Pak Jokowi perlu memiliki dua hal yaitu yang punya komitmen dan kompeten,” ujar dia.

Namun terkait dengan terucapnya wacana Jokowi yang dapat membubarkan Kementerian atau Lembaga yang tidak mengeluarkan kebijakan ‘extraordinary’ dalam hal penanganan Covid-19, disebut Mardani bahwa hal tersebut bisa saja terjadi.

Menurutnya, pembubaran Kementerian atau Lembaga Negara dalam hal untuk memperingkas struktur pemerintahan tersebut, merupakan kewenangan dari Kepala Negara.

“Efektivitas ‘extraordinary’ seperti kata Pak Jokowi sangat penting. Kita nunggu Pak Jokowi mau Reshuffle monggo, mau kecilin struktur pemerintahan monggo, kita serahkan kepada Jokowi,” ucap dia.

Akan tetapi, ikhwal adanya wacana Reshuffle yang disangkutpautkan dengan isu PKS akan bergabung dalam koalisi kabinet Indonesia Maju, Ketua DPP partai PKS itu memastikan bahwa partainya tetap akan berada diluar lingkup pemerintahan.

“PKS oposisi, kita akan awasi biar publik dapatkan haknya,” pungkas Mardani Ali Sera. (rad)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru