Tidak Puas dengan Kinerja Kabinet, Presiden Ancam Resuffle Menteri

- Pewarta

Senin, 29 Juni 2020 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengaku tidak puas dengan kinerja para menteri, terlebih saat Indonesia tengah dilanda pandemi COVID-19.

Bahkan, ancaman perombakan kabinet atau pembubaran lembaga negara pun diungkapkan oleh Jokowi.

Kejengkelan Jokowi ini terungkap dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana pada 18 Juni 2020 lalu yang berlangsung tertutup.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arahan Presiden ini terekam dalam video yang dikeluarkan oleh pihak Sekretariat Presiden.

“Untuk pemulihan ekonomi nasional, misalnya saya beri contoh bidang kesehatan. Itu dianggarkan Rp75 triliun, baru keluar 1.53 persen, coba! Uang beredar di masyarakat ke-rem kesitu semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran, sehingga men-trigger ekonomi,” tegas Jokowi.

Ia pun memerintahkan agar pemberian tunjangan dokter dan para tenaga medis serta belanja peralatan kesehatan tidak ditahan lebih lama.

“Pembayaran tunjangan untuk dokter spesialis, segera dikeluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan segera keluarkan. Ini sudah disediakan, Rp70-an triliun seperti ini,” ujar Jokowi.

Ia pun mengatakan secara blak-blakan bahwa tidak ada kinerja menterinya yang positif secara signifikan.

“Saya harus ngomong apa adanya, nggak ada progress yang signifikan, nggak ada,” tegas Jokowi dengan ekspresi jengkel.

Ancaman reshuffle pun dilancarkan Jokowi, tanpa lagi memikirkan reputasi politik.

“Sekali lagi, langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan dan saya membuka langkah-langkah politik, langkah kepemerintahan akan saya buka. Langkah apapun saya lakukan untuk 267 juta rakyat Indonesia saya lakukan. Bisa saja membubarkan lembaga negara, bisa saja reshuffle (kabinet), sudah kepikiran kemana-mana saya,” ancam Jokowi dengan jengkelnya.

Jokowi mengungkapkan, kepentingan dan kelangsungan hidup rakyat harus menjadi prioritas saat ini.

“Entah membuat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan. Karena memang susasana ini harus ada, kalau suasana ini tidak bapak ibu tidak merasakan itu, sudah (Jokowi angkat tangan), artinya tindakan-tindakan yang extraordinary keras akan saya lakukan,” ancam Jokowi lebih lanjut.

Penanganan pandemi COVID-19 Indonesia memang menjadi sorotan. Bahkan beberapa waktu lalu, sampai ada hashtag #indonesiaterserah mengemuka dan menjadi trending topic di laman Twitter.

Untuk itu, Presiden memerintahkan para menterinya untuk bekerja dalam suasana prihatin atau krisis dan bergerak cepat mengambil keputusan demi kelangsungan hidup rakyat Indonesia. (rad)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru