Bursa Saham Tokyo Dibuka Sedikit Lebih Tinggi Didukung Sektor Energi

- Pewarta

Jumat, 22 November 2019 - 03:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Saham Tokyo Dibuka Sedikit Lebih Tinggi Didukung Sektor Energi

Mediaemiten.com, Tokyo – Bursa Saham Tokyo dibuka sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat pagi (22/11/2019), meskipun Wall Street melemah semalam, karena saham-saham terkait energi mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak dan menopang pasar yang lebih luas.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Saham Tokyo (TSE) terangkat 50,88 poin atau 0,22 persen, dari tingkat penutupan Kamis (21/11/2019), menjadi diperdagangkan di 23.089,46 poin. Indeks Nikkei turun 109,99 poin atau 0,48 persen menjadi 23.038,58 poin pada hari sebelumnya.

Sementara itu, Indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo menambahkan 2,18 poin, atau 0,13 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.691,56 poin. Indeks Topix kehilangan 1,73 poin atau 0,10 persen menjadi 1.689,38 poin pada Kamis (21/11/2019).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham-saham yang berhubungan dengan pertambangan, produk minyak dan batu bara, serta besi dan baja paling banyak membukukan keuntungan pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.​​​​​​

Baca juga: Harga minyak naik ke tertinggi 2 bulan, dipicu pemangkasan OPEC Harga minyak naik lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) ke level tertinggi dalam hampir dua bulan, menyusul laporan Reuters bahwa OPEC dan sekutunya kemungkinan akan memperpanjang penurunan produksi hingga pertengahan 2020.

Minyak juga didukung tanda-tanda baru bahwa China telah mengundang negosiator perdagangan AS untuk pembicaraan babak baru.

Minyak mentah Brent naik 1,57 dolar AS atau 2,5 persen menjadi ditutup di 63,97 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,57 dolar AS atau 2,8 persen menjadi menetap pada 58,58 dolar AS per barel. (pep)

Berita Terkait

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:48 WIB

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Berita Terbaru

Pers Rilis

Desa Changjiang: Satu Dekade Revitalisasi

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:43 WIB