Mediaemiten.com, Tokyo – Saham-saham Tokyo berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (14/11/2019), karena apresiasi yen terhadap dolar AS melemahkan sentimen dan membebani eksportir, sementara ketegangan politik regional juga menambah suasana penghindaran risiko atau risk-off.
Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) kehilangan 178,32 poin atau 0,76 persen, dari tingkat penutupan Rabu (13/11/2019), menjadi ditutup pada 23.141,55 poin, merupakan penurunan hari kedua berturut-turut.
Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo turun 15,93 poin atau 0,94 persen, menjadi berakhir pada 1.684,40 poin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mayoritas kategori industri ditutup di wilayah negatif, dengan saham-saham pulp dan kertas, tekstil dan pakaian jadi, serta yang terkait produk karet paling banyak menurun pada penutupan perdagangan. Sehari sebelumnya, saham-saham Tokyo juga ditutup lebih rendah karena kurangnya petunjuk perdagangan baru termasuk terkait dengan kesepakatan perdagangan Amerika Serikat – China yang memperburuk suasana pasar.
Indeks Nikkei 225 turun 200,14 poin atau 0,85 persen menjadi 23.319,87 poin pada akhir perdagangan Rabu (13/11/2019), dan indeks Topix kehilangan 9,34 poin atau 0,55 persen menjadi 1.700,33 poin. (pep)






