Wall Street Ditutup Lebih Rendah di Tengah Data Ekonomi Beragam

- Pewarta

Kamis, 17 Oktober 2019 - 02:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis pagi (17/10/2019), karena para pelaku pasar mencerna sejumlah data beragam, termasuk penurunan tak terduga dalam penjualan ritel Amerika Serikat pada September.

Kondisi itu memicu kekhawatiran tentang potensi penurunan ekonomi di negara itu.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 22,82 poin atau 0,08 persen, menjadi ditutup di 27.001,98. Indeks S&P 500 merosot 5,99 poin atau 0,20 persen, menjadi berakhir di 2.989,69. Indeks Komposit Nasdaq turun 24,52 poin, atau 0,30 persen, menjadi ditutup di 8.124,18.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor energi turun 1,44 persen, memimpin kerugian sektoral.

Lebih dari setengah dari saham-saham unggulan atau blue-chips di Dow memperpanjang kerugian di sekitar bel penutupan, dengan saham Exxon Mobile dan Chevron masing-masing turun lebih dari 1,71 persen dan 1,03 persen, memimpin kerugian saham-saham.

Namun, berlanjutnya rilis hasil laba yang lebih kuat dari perkiraan dari sejumlah korporasi telah membuat pasar naik, dengan saham Bank of America terangkat 1,48 persen.

Di sisi ekonomi, penjualan ritel dan jasa makanan Amerika Serikat untuk September turun 0,3 persen menjadi 525,6 miliar dolar AS dari bulan sebelumnya, menandai kemundura pertama mereka dalam tujuh bulan terakhir.

Angka yang mengecewakan tersebut terjadi karena pengeluaran rumah tangga turun terutama untuk bahan bangunan, kendaraan bermotor dan bensin, menurut Biro Sensus Amerika Serikat pada Rabu (16/10/2019).

Nilai gabungan dari penjualan perdagangan distributif dan pengiriman manufaktur untuk Agustus naik 0,2 persen dari bulan sebelumnya menjadi diperkirakan sebesar 1.463,9 miliar dolar AS, Biro Sensus Amerika Serikat melaporkan.

Persediaan manufaktur dan perdagangan diperkirakan pada akhir bulan di posisi 2.042,1 miliar dolar AS, hampir tidak berubah dari posisi Juli. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru