Bursa Australia Lesu, Indeks ASX 200 Dibuka Turun 0,15 Persen

- Pewarta

Jumat, 26 April 2019 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Australia Lesu, Indeks ASX 200 Dibuka Turun 0,15 Persen

Mediaemiten.com, Sydney – Saham-saham pada Bursa Australia dibuka melemah pada perdagangan Jumat pagi (26/4/2019), karena penurunan saham-saham sektor energi menyeret pasar yang lebih luas.

Pada pukul 10.40 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 9,70 poin atau 0,15 persen menjadi diperdagangkan di 6.372.40 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas kehilangan 12,00 poin atau 0,19 persen pada 6.458,60 poin.

Meskipun mencapai tertinggi delapan bulan pada perdagangan Rabu (24/4/2019), pasar lokal kehilangan kekuatan pagi ini karena penurunan harga minyak membebani saham-saham energi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), persediaan minyak mentah naik minggu lalu ke level tertinggi sejak Oktober 2017,” kata Ekonom Senior Commonwealth Bank, James Tao kepada investor dalam catatan pagi. “Brent mencapai 75 dolar AS per barel pada Kamis (25/4/2019) pagi untuk pertama kalinya dalam hampir enam bulan.”

“Tapi pada penutupan, harga minyak mentah Brent turun 22 sen AS atau 0,30 persen menjadi 74,35 dolar AS per barel dan Nymex AS turun 68 sen AS atau 1,0 persen menjadi 65,21 dolar AS per barel,” katanya.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia sebagian besar lebih rendah, dengan Commonwealth Bank turun 0,15 persen, Westpac Bank naik 0,07 persen, National Australia Bank turun 0,12 persen dan ANZ turun 0,15 persen.

Saham-saham pertambangan melemah, dengan BHP turun 0,47 persen, Rio Tinto turun 0,17 persen, Fortescue Metals jatuh 4,07 persen, namun penambang emas Newcrest naik 3,07 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas jatuh, dengan Woodside Petroleum turun 1,17 persen, Santos turun 0,88 persen, dan Oil Search turun 0,49 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia melihat hasil yang beragam, dengan Wesfarmers naik 0,39 persen dan Woolworths turun 0,38 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra kehilangan 0,59 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas menyusut 0,79 persen, dan perusahaan biomedis CSL naik 0,54 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB