Yen Menguat Tetapi Yuan dan Aussie Turun akibat Perang Dagang AS-China

- Pewarta

Senin, 13 Mei 2019 - 03:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yen Menguat Tetapi Yuan dan Aussie Turun akibat Perang Dagang AS-China

Mediaemiten.com, Tokyo – Mata uang safe-haven yen menguat, sementara yuan China dan dolar Australia melemah di perdagangan Asia pada Senin pagi, menyusul eskalasi terbaru dalam perang perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Dua negara ekonomi terbesar di dunia itu menemui jalan buntu atas perundingan perdagangan pada Minggu (12/5/2019) ketika Washington menuntut janji perubahan konkret terhadap undang-undang China dan Beijing mengatakan tidak akan menelan “buah pahit” yang merusak kepentingannya.

Konflik perdagangan telah meningkat pada Jumat (10/5/2019), karena Amerika Serikat menaikkan tarif atas barang-barang impor dari China senilai 200 miliar dolar AS. China telah berjanji untuk membalas tetapi belum memberikan rinciannya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Konflik antara Amerika Serikat dan China mengenai perdagangan semakin meningkat dan yen menguat sementara yuan China dan dolar Australia melemah hari ini,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo.

“Namun demikian, reaksi secara keseluruhan oleh mata uang telah terbatas, karena ada juga faktor yang mendukung harapan untuk penyelesaian akhir, seperti kemungkinan pertemuan presiden kedua negara di G20.”

Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari China Xi Jinping kemungkinan akan bertemu pada pertemuan puncak G20 di Jepang pada akhir Juni dan membahas perdagangan, kata penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada Minggu (12/5/2019).

Dolar melemah 0,3 persen di level 109,650 yen, mendekati level terendah tiga bulan di 109,470 pada akhir pekan lalu.

Yuan Chuna melemah sekitar 0,3 persen menjadi 6,866 per dolar dalam perdagangan luar negeri, tingkat terendah dalam empat bulan.

Dolar Australia turun 0,15 persen menjadi 0,6990 dolar AS. Mata uang ini sensitif terhadap perubahan sentimen risiko dan juga berfungsi sebagai proksi likuid perdagangan yang terkait dengan China, mitra dagang terbesar negara itu.

Dolar kehilangan 0,1 persen menjadi 1,010 franc Swiss, mata uang safe haven bersama dengan yen, setelah turun ke level 1,009 pada Jumat (10/5/2019), terlemah dalam hampir sebulan.

Euro sedikit berubah pada 1,1234 dolar.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya turun tipis 0,05 persen menjadi 97,283. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru