Wall Street Melemah di Tengah Laba Perusahaan Beragam dan Data Suram

- Pewarta

Rabu, 30 Oktober 2019 - 03:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Melemah di Tengah Laba Perusahaan Beragam dan Data Suram

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street sedikit melemah pada akhir sesi perdagangan Rabu pagi (30/10/2019)), didorong oleh banyaknya laporan laba perusahaan bervariasi dan data ekonomi Amerika Serikat yang suram.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 19,30 poin atau 0,07 persen, menjadi ditutup di 27.071,42 poin. Indeks S&P 500 turun 2,53 poin atau 0,08 persen, menjadi berakhir di 3.036,89 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 49,13 poin atau 0,59 persen, menjadi ditutup di 8.276,85 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor perawatan kesehatan naik 1,16 persen, melampaui sektor-sektor sisanya. Sementara itu, sektor layanan komunikasi dan teknologi masing-masing turun 0,95 persen dan 0,92 persen, memimpin kerugian, sebut Xinhua.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Induks perusahaan Google, Alphabet melaporkan laba kuartalan lebih lemah dari perkiraan pada Senin malam (28/10/2019). Saham perusahaan diperdagangkan dengan catatan suram sepanjang sesi Selasa (29/10/2019), dengan saham Kelas A dan Kelas C turun masing-masing 2,20 persen dan 2,12 persen, pada penutupan.

Saham Merck melonjak 3,53 persen setelah raksasa farmasi AS itu menghasilkan laba yang kuat. Pfizer, titan farmasi lain, juga membukukan laba lebih besar dari perkiraan, mengirim saham naik sekitar 2,5 persen.

Di sisi ekonomi, indeks kepercayaan konsumen AS berdiri di 125,9 pada Oktober, turun dari 126,3 pada September, Conference Board melaporkan pada Selasa (29/10/2019). Angka itu turun jauh dari perkiraan pasar.

Wall Street juga sedang menunggu pengumuman kebijakan moneter utama dari Federal Reserve AS, yang dijadwalkan akan dibuat pada Rabu sore waktu setempat. Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga lebih lanjut tinggi di tengah ekonomi yang melambat.

Risalah pertemuan kebijakan moneter September The Fed menunjukkan bahwa ada kekhawatiran yang berkembang tentang ketegangan perdagangan di antara para pejabat The Fed. Bank sentral juga menyoroti dampak dari ketegangan perdagangan terhadap prospek ekonomi AS. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru