Wall Street Ditutup Melemah Tertekan Data Ekonomi dan Perang Dagang

- Pewarta

Rabu, 12 Juni 2019 - 03:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Ditutup Melemah Tertekan Data Ekonomi dan Perang Dagang

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street sedikit lebih rendah pada penutupan perdagangan Rabu pagi (12/6/2019), menghapus kenaikan sebelumnya, karena para pelaku pasar mempertimbangkan sejumlah data ekonomi terbaru Amerika Serikat yang mengecewakan dan kekhawatiran perang dagang.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 14,17 poin atau 0,05 persen, menjadi berakhir di 26.048,51 poin. Indeks S&P 500 turun 1,01 poin atau 0,03 persen menjadi ditutup di 2.885,72 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 0,60 poin atau 0,01 persen lebih rendah menjadi 7.822,57 poin.

Indeks Dow mengakhiri kenaikan beruntun enam hari pada Selasa (11/6/2019), karena investor menahan diri setelah serangkaian kenaikan dan kekhawatiran baru muncul selama perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (11/6/2019) bahwa ia sedang menunda perjanjian perdagangan dengan China dan tidak tertarik untuk maju, kecuali Beijing menyetujui empat atau lima “poin utama” yang tidak ia sebutkan.

Secara terpisah, Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif lebih banyak pada impor China jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping di KTT Kelompok 20 (G20) akhir bulan ini.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor industri dan utilitas tampak tertekan sementara sektor consumer discretionary dan jasa-jasa komunikasi berkinerja lebih baik.

Saham raksasa pabrikan pesawat AS, United Technologies Corporation, jatuh 3,96 persen pada penutupan, merupakan saham dengan kinerja terburuk dalam komponen Dow.

Sementara itu saham Caterpillar dan Cisco Systems naik 1,22 persen, memimpin kenaikan dalam indeks 30-saham utama.

Di sisi ekonomi, indeks harga produsen yang disesuaikan secara musiman untuk permintaan akhir naik tipis 0,1 persen pada Mei, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (11/6/2019). Harga permintaan akhir naik 0,2 persen pada April dan 0,6 persen pada Maret.

Optimisme usaha kecil AS naik 1,5 poin menjadi 105,0 pada Mei, Federasi Nasional Bisnis Independen mengatakan pada Selasa (11/6/2019). Para ekonom yang disurvei oleh Econoday memperkirakan angka 102,0. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru