Wall Street Bervariasi di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

- Pewarta

Selasa, 9 Oktober 2018 - 03:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street bervariasi atau “mixed” pada penutupan perdagangan Senin (Selasa 9/10/2018 pagi WIB), karena para investor terus khawatir atas kenaikan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 39,73 poin atau 0,15 persen menjadi berakhir di 26.486,78 poin.

Sedangkan, indeks S&P 500 turun 1,14 poin atau 0,04 persen, menjadi berakhir di 2.884,43 poin, serta Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 52,50 poin atau 0,67 persen, menjadi 7.735,95 poin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data ekonomi yang kuat dan komentar dari pejabat utama Federal Reserve telah memicu lonjakan suku bunga obligasi pekan lalu. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10-tahun menyentuh 3,24 persen dan mencapai tertinggi baru 7 tahun pada Jumat (5/10/2018).

Tingkat pengangguran menurun menjadi 3,7 persen pada September, dan total lapangan kerja non-pertanian meningkat sebesar 134.000 pekerjaan, departemen tenaga kerja AS mengatakan pada Jumat (5/10/2018).

Kenaikan lapangan pekerjaan terjadi di bidang jasa-jasa profesional dan bisnis, di perawatan kesehatan, serta di bidang transportasi dan pergudangan, kata departemen itu.

Pada September, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan pada gaji non-pertanian swasta meningkat 8 sen AS menjadi 27,24 dolar AS. Selama setahun, rata-rata penghasilan per jam telah meningkat 73 sen AS atau 2,8 persen.

Ketua The Fed Jerome Powell pada Rabu (4/10/2018) mengatakan bahwa bank sentral AS memiliki jalan panjang untuk pergi sebelum suku bunga mencapai netral, menunjukkan bahwa kenaikan lebih lanjut bisa terjadi dalam waktu dekat.

Data yang kuat dan komentar dari pejabat The Fed dapat menjadi “bullish” untuk pasar ekuitas, tetapi itu datang dengan efek samping memiliki kekhawatiran pada inflasi lebih banyak dan kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya adalah negatif untuk ekuitas, para ahli mencatat.

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru