Wall Street Berakhir Melemah Tajam di Tengah Kekhawatiran Perdagangan

- Pewarta

Rabu, 8 Mei 2019 - 03:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Berakhir Melemah Tajam di Tengah Kekhawatiran Perdagangan

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street melemah tajam pada akhir perdagangan Rabu pagi (8/5/2019), karena kepanikan di antara para investor meningkat, menyusul memanasnya gesekan perdagangan global.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 473,39 poin atau 1,79 persen, menjadi. ditutup di 25.965,09 poin. Indeks S&P 500 merosot 48,42 poin atau 1,65 persen, menjadi berakhir di 2.884,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 159,53 poin atau 1,96 persen, menjadi ditutup di 7.963,76 poin.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 memperpanjang kerugian, dengan sektor teknologi informasi turun lebih dari 2,1 persen, memimpin kerugian.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruh 30 saham unggulan atau blue-chips di Dow tenggelam ke wilayah merah, dipimpin oleh Boeing dan Caterpillar, yang sahamnya terus turun masing-masing hampir 3,9 persen dan 2,2 persen.

Kedua perusahaan tersebut secara luas dipandang sebagai pemimpin perdagangan global karena tingginya pendapatan mereka di luar negeri.

Namun, saham Anadarko Petroleum sedikit lebih tinggi sekitar 0,4 persen, karena Occidental Petroleum menaikkan porsi tunai dari penawaran tunai dan saham senilai 38 miliar dolar AS untuk raksasa minyak dan gas Amerika Serikat tersebut.

Langkah ini datang sebagai upaya guna membujuk Anadarko untuk menyerah pada usulan akuisisi oleh raksasa energi multinasional Amerika Serikat, Chevron.

Karena volatilitas secara agresif diperhitungkab di seluruh papan, aksi jual dari tiga indeks dipercepat selama sesi sore. Dow jatuh lebih dari 500 poin pada sore hari dan kemudian tenggelam lebih dalam ke wilayah merah dengan kehilangan lebih dari 600 poin. Bahkan jatuh sebanyak 648,77 poin pada titik terendahnya di hari perdagangan, menandai penurunan terbesar sejak awal Januari.

S&P 500 dan Nasdaq juga mengalami peningkatan rasa sakit, keduanya berada pada kecepatan untuk hari terburuk mereka sejak awal 2019. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru