MEDIA EMITEN – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom tetap menyiapkan rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) anak usaha, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) sesuai jadwal pada kuartal IV/2021 atau paling lambat awal 2022.
Rencana IPO Mitratel sudah disiapkan sejak beberapa tahun lalu, namun selalu mengalami penundaan.
Direktur Keuangan Telkom Indonesia, Heri Supriadi mengatakan rencananya Mitratel akan melepas sekitar 20% saham baru ke pasar modal dalam IPO.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dana dari hasil IPO. akan dipakai untuk pengembangan dan pengoptimalan bisnis menara dan digital di masa depan.
Rencana masuk bursa anak perusahaan publik dengan kode emiten TLKM ini untuk mempersiapkan Mitratel menjadi perusahaan besar di bidan menara.
Mitratel tengah mengejar pertumbuhan secara organik dan anorganik untuk menjadi perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia,” ucap Heri.
Menurut Heri, saat ini, tenancy ratio (rasio penyewa) menara di Mitratel berada pada level 1,5 kali.
Baca Juga:
HUAWEI eKit Luncurkan Intelligent Office Solution 2.0, Hadirkan Akses Teknologi Cerdas bagi UKM
EyeROV: Startup Deep-Tech India Pamerkan Drone Bawah Airnya kepada Para Pemimpin Dunia
Namun, rasio itu akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah menara di bawah Mitratel.
Saat ini lebih dari 6.000 menara dari Telkomsel dan Telkom siap untuk ditransferkan ke Mitratel.
Heri menambahkan, dengan tambahan menara dari lelang di pasar akan menjadikan Mitratel sebagai perusahaan menara dengan portofolio paling gemuk di Indonesia.
Selain pertumbuhan secara anorganik, Mitratel juga mempersiapkan diri untuk menjadi perusahaan menara paling efisien sembari menyambut pegelaran 5G.
Baca Juga:
Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI
Program MBA SMU Raih Peringkat Ketiga di Asia dalam QS Global MBA Rankings 2027
Belum lama ini, Telkomsel mengumumkan finalisasi pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada Mitratel sebagai tindak lanjut dari perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) yang telah disepakati kedua pihak pada Oktober 2020. (wan)








