MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 60,51 poin atau 0,85% menjadi 7.020,8 pada akhir perdagangan Kamis 1 Desember 2022. IHSG tampil beda, koreksi saat mayoritas bursa saham regional Asia menguat.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 257,09 atau 0,92% ke 28.226,08, indeks Hang Seng naik 139,21 atau 0,75% ke 18.736,44, indeks Shanghai meningkat 14,13 poin atau 0,45% ke 3.165,47, dan indeks Straits Times menguat 3,16 poin atau 0,1% ke 3.293,65.
Mayoritas saham Asia menguat menyusul reli Wall Street yang merespons pidato Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) Jerome Powell. Powell mengkonfirmasi bahwa kenaikan suku bunga yang lebih kecil kemungkinan akan terjadi mulai Desember 2022. Fed melihat kemajuan dalam perang melawan inflasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penurunan IHSG dipengaruhi oleh anjloknya saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang kembali mengalami auto reject bawah (ARB) untuk hari keempat. Harga saham GOTO turun 6,62% ke level Rp 141. Investor khawatir dengan dibukanya lock up pengendali sehingga berebut menjual saham GOTO, bahkan meski ARB terdapat antrian jual hingga 200 juta lot lebih.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dimana sektor keuangan dan sektor teknologi turun paling dalam yaitu masing-masing minus 1,47%, diikuti sektor barang konsumen primer minus 0,53%.
Lima sektor meningkat di mana sektor transportasi & logistik paling tinggi yaitu 1,22%, diikuti sektor energi dan sektor perindustrian masing-masing 1,17% dan 1,14%.
Penurunan IHSG diiringi oleh aksi jual investor asing yang mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 1,12 triliun di sleluruh pasar dan Rp 576,73 miliar di pasar reguler.
Baca Juga:
Pertukaran Budaya Guangfu Hadirkan Beragam Pertunjukan di Indonesia
Huawei Raih Gelar “Leader” dalam Gartner® Magic Quadrant™ for Enterprise Storage Platforms 2026
Saham dengan net foreign sell terbanyak, yaitu saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 472,65 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 405,10 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 218,29 miliar, PT Astra Interantional Tbk (ASII) Rp 150 miliar, dan PT Sinarmas Multi Artha Tbk (SMMA) senilai Rp 111,85 miliar.
Sedangkan saham yang mencatatkan pembelian bersih oleh asing (net foreign buy) terbanyak, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 180,43 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp 106,99 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 41,90 miliar, dan PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) senilai Rp 31,75 miliar.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BNBR, OKAS, SLIS, ESTA, dan MGLV. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni JAST, BABP, ZATA, GOTO, dan BSBK.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.283.164 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,46 miliar lembar saham senilai Rp17,36 triliun. Sebanyak 237 saham naik, 308 saham menurun, dan 158 tidak bergerak nilainya.







