Studi : Perang Dagang Rugikan Ekonomi AS 7,8 Miliar Dolar

- Pewarta

Senin, 18 Maret 2019 - 03:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Studi : Perang Dagang Rugikan Ekonomi AS 7,8 Miliar Dolar

Mediaemiten.com, Washington – Kebijakan perang perdagangan Presiden Donald Trump merugikan ekonomi Amerika Serikat sebesar 7,8 miliar dolar AS dalam produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2018, tulis sebuah studi tim ekonom dari universitas-universitas terkemuka AS yang diterbitkan minggu ini (17/3/2019).

Penulis makalah mengatakan mereka menganalisis dampak jangka pendek dari tindakan Trump dan menemukan bahwa impor dari negara-negara sasaran menurun 31,5 persen sementara ekspor AS yang ditargetkan turun sebesar 11 persen. Mereka juga menemukan bahwa kerugian konsumen dan produsen secara tahunan dari biaya impor yang lebih tinggi mencapai 68,8 miliar dolar AS.

“Setelah memperhitungkan pendapatan tarif yang lebih tinggi dan keuntungan bagi produsen dalam negeri dari harga yang lebih tinggi, kerugian kesejahteraan secara agregat mencapai 7,8 miliar dolar AS atau 0,04 persen dari PDB,” kata para peneliti.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Studi ini ditulis oleh tim ekonom di Universitas California Berkeley, Universitas Columbia, Universitas Yale dan Universitas California di Los Angeles (UCLA) dan diterbitkan oleh Biro Riset Ekonomi Nasional.

Setelah menjuluki dirinya sendiri sebagai “the tariff man,” Trump berjanji pada saat kampanye dan sebagai presiden akan mengurangi defisit perdagangan dengan menutup impor yang tidak adil dan menegosiasikan kembali perjanjian perdagangan bebas.

Trump telah mengejar agenda perdagangan proteksionis untuk melindungi manufaktur AS. Washington dan Beijing telah terkunci dalam pertempuran tarif saling balas selama beberapa bulan, karena memaksakan tarif unilateral untuk berperang, dan Trump telah memberlakukan tarif yang telah mengguncang Uni Eropa dan mitra dagang utama lainnya.

Para penulis mengatakan sementara tarif-tarif AS menyukai sektor-sektor yang terletak di negara-negara “kompetitif secara politis”, tarif-tarif pembalasan yang dikenakan pada barang-barang AS telah mengimbangi keuntungan bidang-bidang ini.

“Kami menemukan bahwa pekerja-pekerja sektor yang dapat diperdagangkan di wilayah-wilayah Republik yang paling parah terkena dampak perang perdagangan,” kata para peneliti. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB