MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi tipis 3,2 poin atau 0,04% ke level 7.132,05 pada penutupan perdagangan Senin 29 Agustus 2022.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 2,23%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan masing-masing minus 1,34% dan minus 0,92%.
Sedangkan tiga sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 0,78%, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor kesehatan masing-masing 0,4% dan 0,2%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaku pasar merespons pidato Powell dalam simposium tahunan Jackson Hole yang terus menekankan adanya kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Hal ini melabungkan imbal hasil (yield) obligasi AS di atas 3% yang membuat sektor teknologi tertekan.
Dari dalam negeri, pasar mencermati rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi yang dikabarkan akan direalisasikan pada awal September. Pemerintah telah menyiapkan bantalan sosial sebesar Rp 24,17 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.267.408 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,53 miliar lembar saham senilai Rp12,52 triliun. Sebanyak 191 saham naik, 357 saham menurun, dan 154 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 762,42 poin atau 2,66% ke 27.878,96, indeks Hang Seng turun 146,82 poin atau 0,73% ke 20.023,22, dan indeks Straits Times terkoreksi 24,02 poin atau 0,74% ke 3.225,51.







