MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 52,35 poin atau 0,77% ke posisi 6.820,66 pada perdagangan Rabu 21 Desember 2022. Saham sektor energi menopang kenaikan IHSG.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 3,03%, diikuti sektor teknologi dan sektor barang baku masing-masing 0,37% dan 0,2%. Sedangkan sektor yang terkoreksi adalah properti turun paling dalam yaitu 0,98%, diikuti sektor keuangan dan sektor barang konsumen non primer masing-masing minus 0,33% dan 0,21%.
Kenaikan harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berkontribusi pada kenaikan indeks sektoral energi. Harga BYAN kembali meroket nai 15,19% hari ini menjadi Rp 18.450. Saham BYAN mengalami kenaikan tajam dalam minggu ini, bahkan secara year to date telah naik lebih dari 500%. Kapitalisasi BYAN kini menempati urutan ke tiga setelah BBCA dan BBRI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, pasar Asia bergerak bervariasi di tengah berlanjutnya pasar saham Jepang imbas kejutan BoJ atas aksi hawkish-nya dalam melakukan intervensi terhadap yield obligasi.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei turun 180,31 poin atau 0,68% ke 26.387,72, indeks Hang Seng naik 65,69 poin atau 0,34% ke 19.160,49, indeks Shanghai terkontraksi 5,36 poin atau 0,17% ke 3.068,41, dan indeks Straits Times menguat 5,63 poin atau 0,17% ke 3.259,6.
Pelaku pasar menanti hasil keputusan Bank Indonesia dalam menetapkan suku bunga acuannya. Mayoritas pasar memproyeksikan BI akan meningkatkan suku bunga acuan dalam kecepatan yang lebih lambat atau sebesar 25 basis poin.
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG terus bertahan menghabiskan waktu di teritori positif hingga penutupan bursa saham.
Baca Juga:
Pertukaran Budaya Guangfu Hadirkan Beragam Pertunjukan di Indonesia
Huawei Raih Gelar “Leader” dalam Gartner® Magic Quadrant™ for Enterprise Storage Platforms 2026
Di sisi lain, investor asing justru mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,57 triliun di seluruh pasar. Sebagian besar aksi jual asing tersebut dilakukan di pasar negosiasi Rp 1,3 triliun dan pasar reguler senilai Rp 280 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 948.156 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,03 miliar lembar saham senilai Rp11,07 triliun. Sebanyak 253 saham naik, 278 saham menurun, dan 172 tidak bergerak nilainya.







