MEDIA EMITEN – Saham-saham sektor teknologi masih banyak dilego dan jadi pemberat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 11 Mei 2022. IHSG ditutup terkoreksi 3,59 poin atau 0,05% ke level 6.816,2.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor terkoreksi yang dipimpin sektor teknologi sebesar – 2,71%, diikuti sektor keuangan – 0,58%, serta sektor transportasi & logistik turun – 0,39%.
Sedangkan delapan sektor meningkat dimana sektor barang konsumen primer naik paling tinggi yaitu 3,08%, diikuti sektor barang baku dan sektor barang konsumen non primer masing-masing 1,35% dan 1,31%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Investor asing masih melakukan aksi jual, terutama pada saham-saham mega cap. Net foreign sell (NFS) tercatat Rp 305,21 miliar di seluruh pasar, sedangkan di pasar reguler NFS sebesar Rp 875,61 miliar.
Pada awak perdagangan, IHSG yang sempat rebound menyusul data Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang naik ke posisi 113. Namun, pada penutupan IHSG terkoreksi tipis.
Bank Indonesia telah merespons kenaikan suku bunga The Fed sebesar 50 bps dengan memberikan sinyal akan segera menaikkan suku bunga acuan apabila tekanan inflasi dianggap permanen dan akan melampaui sasaran BI. Namun, besarannya bergantung dari faktor penyebab inflasi terutama inflasi inti.
Pada saat yang sama, bursa global bergerak variatif di mana mencerminkan pelaku pasar masih menunggu katalis pendukung berikutnya yang dapat menjadi suplemen penggerak indeks di saat volatilitas pasar sedang tinggi.
Baca Juga:
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 46,54 poin atau 0,18% ke level 26.213,64, Hang Seng naik 190,88 poin atau 0,97% ke posisi 19.824,57, dan indeks Straits Times terkoreksi 3,86 poin atau 0,12% menjadi 3.230,33.
Di Bursa Efek Indonesia, sejumlah saham yang menjadi top gainers antara lain BELL, INPS, ESTA, SKBM, MTSM. Sedangkan, saham-saham top losser dengan penurunan terbesar diantaranya IDEA, MGLV, CMPP, INTD, ARTO, BBYB.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.442.905 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,98 miliar lembar saham senilai Rp17,96 triliun. Sebanyak 324 saham naik, 227 saham menurun, dan 148 tidak bergerak nilainya.







