Saham KBLI

- Pewarta

Selasa, 21 Agustus 2018 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Ini salah satu saham yang mengalami penurunan harga tajam. Saat celotehan ini diketik, KBLI (PT. KMI Wire & Cable Tbk) oleh mekanisme pasar dihargai Rp 296 (20 Agustus 2018).

Artinya, YTD sudah mengalami penurunan hampir 31%. Selama setahun telah turun lebih dari 39%. Dari harga tertingginya tahun lalu, Rp 865, harga KBLI nyaris tinggal sepertiganya.

Ada banyak faktor fundamental yang bisa diduga sebagai penyebab. Ditundanya, pencapaian target pemerintah membangun listerik 35 GW, ribut ribut kasus PLN dan KPK, masih beredarnya kabel impor, padahal sudah ada ketentuan tentang tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di industri kabel.

Tapi yang paling jelas adalah penurunan laba bersih sebesar 82,78% selama 1H18 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan laba itu terjadi di tengah kenaikan pendapatan yang lumayan tinggi.

Harga tembaga memang naik tajam sejak Oktober 2017 lalu dan mencapai puncaknya pada awal Juni tahun ini. Dalam waktu hampir bersamaan, harga alumunium juga naik tajam. Mencapai puncaknya pada Mei lalu. Apalagi kenaikan harga itu berhimpitan dengan pelemahan rupiah.

Akibatnya biaya bahan baku rata rata industri kabel mengalami kenaikan luar biasa. Kenaikan harga tembaga dan alumunium pada harga puncak, plus pelemahan rupiah, menurut perkiraan saya, menaikkan biaya bahan baku hampir 100%

“Keributan” yang dibikin oleh presiden Trump yang dengan gaya koboi mencabut pistol dari paha dan menembak banyak sasaran, nampaknya suatu blessing in disguise.

Kebetulan sasaran tembak Trump yang pertama adalah baja dan alumunium. Perang dagang telah membawa kembali harga tembaga dan alumunium ke tingkat normal. Selain itu, Kementerian ESDM juga menghimbau PLN agar tetap menggunakan kabel lokal.

Sebagai investor, saya selalu mengatakan bahwa saham yang paling menrik sebagai objek investasi, adalah saham perusahaan yang kondisinya tidak begitu baik, tapi memiliki prospek yang menjanjikan.

Dengan horison investasi sampai laporan keuangan 2018 dipublikasikan, pada tingkat harga saat ini, saya akan mulai mengumpulkan saham KBLI. (Hasan Zein Machmud, mantan Dirut BEJ, kini pengamat pasar modal)

Berita Terkait

Laba Bersih PT Jasa Marga Tbk Meningkat 56,3 Persen pada Semester I 2023 Menjadi Rp1,15 Trriliun
Pada Kuartal Ketiga 2023, PT Bumi Serpong Damai Tbk Bukukan Laba Bersih Senilai Rp 1,77 Trriliun
Komitmen Kuat PT Rig Tenders Indonesia Tbk dalam Mengokohkan Posisi di Industri Pelayaran
Perkiraan Ekonomi dan Pasar Modal 2024: Tinjauan Aktif Pasar Keuangan
Meski Pendapatan Melojak 172%, MBMA Justru Merugi
AALI Akan Bagi Dividen Interim Rp157,8 Miliar
Kasus Gugatan 1,1 Ton Emas, ANTM Mengaku Keuangan Solid
RAAM Akuisisi 30% Saham B-Universe
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 28 November 2023 - 17:01 WIB

Laba Bersih PT Jasa Marga Tbk Meningkat 56,3 Persen pada Semester I 2023 Menjadi Rp1,15 Trriliun

Selasa, 28 November 2023 - 16:54 WIB

Pada Kuartal Ketiga 2023, PT Bumi Serpong Damai Tbk Bukukan Laba Bersih Senilai Rp 1,77 Trriliun

Kamis, 23 November 2023 - 20:38 WIB

Komitmen Kuat PT Rig Tenders Indonesia Tbk dalam Mengokohkan Posisi di Industri Pelayaran

Rabu, 4 Oktober 2023 - 19:52 WIB

Perkiraan Ekonomi dan Pasar Modal 2024: Tinjauan Aktif Pasar Keuangan

Jumat, 29 September 2023 - 08:42 WIB

Meski Pendapatan Melojak 172%, MBMA Justru Merugi

Rabu, 27 September 2023 - 21:01 WIB

AALI Akan Bagi Dividen Interim Rp157,8 Miliar

Minggu, 24 September 2023 - 09:53 WIB

Kasus Gugatan 1,1 Ton Emas, ANTM Mengaku Keuangan Solid

Jumat, 22 September 2023 - 20:41 WIB

RAAM Akuisisi 30% Saham B-Universe

Berita Terbaru