MEDIA EMITEN – Nilai tukar rupiah menguat tajam dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia untuk dolar AS tembus di bawah Rp 15.000, yakni ke posisi Rp14.930 pada Selasa 24 Januari 2023, dibandingkan posisi akhir pekan Rp15.121 per dolar AS.
Sementara itu, rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup meningkat tajam 188 poin atau 1,24% ke posisi Rp14.888 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Jumat (20/1) Rp15.075 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi seiring dengan menurunnya tekanan eksternal. Indeks dolar AS yang terus menurun mendekati level 100 yang mengindikasikan pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama (major currencies) juga membuka peluang penguatan pada mata uang rupiah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Faktor lain yang mendukung penguatan rupiah adalah membaiknya data-data ekonomi domestik, arus modal masuk (capital inflow) yang mulai terjadi, serta kepercayaan investor yang meningkat. Itu terefleksi juga dengan rupiah yang kembali menguat ke bawah level 15.000 terhadap dolar AS dalam sesi perdagangan di Januari 2023.
Membaiknya data-data ekonomi domestik ditunjukkan antara lain oleh peningkatan cadangan devisa, dan surplus neraca perdagangan yang masih berlanjut, yang mana surplus mencapai US$ 3,89 miliar pada Desember 2022.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2022 mencapai US$ 137,2 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2022 sebesar US$ 134 miliar.
Baca Juga:






