MEDIA EMITEN – Nilai tukar (kurs) rupiah Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Selasa 18 Oktober 2022 menguat 11 poin atau 0,07% menjadi Rp 15.469 dari Rp 15.480 per dolar AS pada penutupan hari sebelumnya.
Di pasar antarbank, rupiah ditransaksikan pada level Rp15.464 per dolar AS atay menguat 24 poin atau 0,16% dibanding hari sebelumnya pada level Rp15.488 per dolar AS.
Pelaku pasar mengantisipasi hasil RDG BI pada Kamis 20 Oktober 2022, yang diperkirakan menaikkan suku bunga acuan antara 25 basis poin (bps) hingga 50 bps.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau berada di zona hijau. Yuan China menguat 0,03%, ringgit Malaysia menguat 0,01%, won Korea Selatan menguat 0,88%, dolar Singapura menguat 0,15%, dan yen Jepang menguat 0,03%. Sedangkan dolar Hong Kong stagnan.
Sebagian besar mata uang negara maju juga menguat. Euro Eropa menguat 0,07%, dolar Kanada menguat 0,01%, dan dolar Australia menguat 0,10%. Sedangkan, poundsterling Inggris melemah 0,23%.
Penguatan mata uang kawasan Asia didukung oleh pelemahan dolar AS dan menurunnya imbal hasil obligasi AS.
Dengan absennya data ekonomi penting AS pekan ini, pasar terlihat berusaha rebound (bangkit) dan sentimen risk on kelihatannya masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga:
Pelaku pasar mencermati musim pendapatan untuk menilai dampak inflasi dan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga berkelanjutan berpotensi menyeret ekonomi AS dalam resesi.
Ekonom Bloomberg memperkirakan peluang resesi 100% untuk 12 bulan ke depan.
Bank Sentral AS diperkirakan menaikkan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan awal November nanti.
Investor menunggu data produksi industri AS untuk bulan September yang akan dirilis minggu ini. Data tersebut bisa dijadikan acuan untuk menilai pertumbuhan ekonomi AS.






