Rupiah Menguat Jelang RDG BI

- Pewarta

Selasa, 18 Oktober 2022 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Rupiah melemah terhadap dolar AS/Dok.

Foto ilustrasi: Rupiah melemah terhadap dolar AS/Dok.

MEDIA EMITEN – Nilai tukar (kurs) rupiah Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Selasa 18 Oktober 2022 menguat 11 poin atau 0,07% menjadi Rp 15.469 dari Rp 15.480 per dolar AS pada penutupan hari sebelumnya.

Di pasar antarbank, rupiah ditransaksikan pada level Rp15.464 per dolar AS atay menguat 24 poin atau 0,16% dibanding hari sebelumnya pada level Rp15.488 per dolar AS.

Pelaku pasar mengantisipasi hasil RDG BI pada Kamis 20 Oktober 2022, yang diperkirakan menaikkan suku bunga acuan antara 25 basis poin (bps) hingga 50 bps.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau berada di zona hijau. Yuan China menguat 0,03%, ringgit Malaysia menguat 0,01%, won Korea Selatan menguat 0,88%, dolar Singapura menguat 0,15%, dan yen Jepang menguat 0,03%. Sedangkan dolar Hong Kong stagnan.

Sebagian besar mata uang negara maju juga menguat. Euro Eropa menguat 0,07%, dolar Kanada menguat 0,01%, dan dolar Australia menguat 0,10%. Sedangkan, poundsterling Inggris melemah 0,23%.

Penguatan mata uang kawasan Asia didukung oleh pelemahan dolar AS dan menurunnya imbal hasil obligasi AS.

Dengan absennya data ekonomi penting AS pekan ini, pasar terlihat berusaha rebound (bangkit) dan sentimen risk on kelihatannya masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.

Pelaku pasar mencermati musim pendapatan untuk menilai dampak inflasi dan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga berkelanjutan berpotensi menyeret ekonomi AS dalam resesi.

Ekonom Bloomberg memperkirakan peluang resesi 100% untuk 12 bulan ke depan.

Bank Sentral AS diperkirakan menaikkan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan awal November nanti.

Investor menunggu data produksi industri AS untuk bulan September yang akan dirilis minggu ini. Data tersebut bisa dijadikan acuan untuk menilai pertumbuhan ekonomi AS.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru