Rupiah Masih Terkoreksi Dipicu Faktor Eksternal

- Pewarta

Rabu, 20 November 2019 - 01:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah Masih Terkoreksi Dipicu Faktor Eksternal

Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore (19/11/2019) masih terkoreksi dipicu faktor eksternal terutama terkait perang dagang Amerika Serikat dan China.

Rupiah ditutup melemah 12 poin atau 0,09 persen menjadi Rp14.091 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.079 per dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa, mengatakan, meski Bank Indonesia hari ini telah melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi dalam perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) dan data ekonomi dalam negeri yang positif, tidak serta merta mata uang Garuda kembali menguat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasar kembali fokus terhadap data eksternal yang kurang menguntungkan sehingga wajar kalau rupiah hari ini kembali melemah,” ujar Ibrahim.

Ada harapan yang tinggi bahwa Amerika Serikat dan China akan menandatangani apa yang disebut kesepakatan “fase satu” beberapa waktu bulan ini untuk mengurangi perang dagang yang telah berlangsung selama 16 bulan.

Namun China dilaporkan pesimistis terhadap kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat dan terganggu oleh komentar Presiden AS Donald Trump bahwa tidak ada kesepakatan tentang penghapusan tarif secara bertahap.

Washington dan Beijing telah memberlakukan tarif pada barang satu sama lain yang memberikan dampak terhadap perlambatan perdagangan global serta meningkatkan risiko resesi untuk beberapa negara.

Rupiah pada pagi hari dibuka stagnan Rp14.079 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.079 per dolar AS hingga Rp14.091 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.091 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.075 per dolar AS. (cit)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru