Rizal Ramli Blak-blakan soal Pemecatannya : Banyak yang akan Malu

- Pewarta

Jumat, 29 Mei 2020 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rizal Ramli Blak-blakan soal Pemecatannya : Banyak yang akan Malu

Mediaemiten.com, Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli blak-blakan perihal kasus pemecatannya sebagai menteri pada 2016 silam.

Pasalnya, Rizal merasa banyak pihak yang menyerangnya melalui media sosial Twitter dengan cara mengungkit pemecatannya itu.

Alih-alih tunduk, Rizal justru membalas nyinyiran tersebut dengan memberitahu bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah keukeuh menginginkannya mengisi posisi menteri.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rizal, kala itu Presiden Jokowi memintanya untuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sebanyak 3 kali.

“Ketika buzzerRP hanya punya 3 kata untuk menyerang RR: nyinyir, pecatan, tua. Susah untuk tidak menduga IQ mereka < 60. Kalo soal pemecatan, yang minta-minta RR jadiMenko itu sampai 3X itu @jokowi. Ternyata Jkw mudah dipengaruhi oleh PengPeng & Pengusaha Reklamasi. Gitu aja repot,” demikian cuitannya melalui akun twitter @RamliRizal Kamis 28 Mei 2020.

Klo dibuka terang benderamg banyak yg akan malu ???? Sederhana, kelompok Peng-peng (Pengusaha-cum-Pengusaha) pengaruhi JKW, makanya sampai hari ini ribet. Jkw lemah thd kelompok konflik kepentingan, soal reklamasi, impor pangan, prakerja dst. ????

Seperti diketahui, Rizal Ramli yang juga pernah menjadi menteri di era Presiden Gus Dur, dicopot jabatannya oleh Presiden Jokowi pada tahun 2016 ketika dia me-reshuffle kabinetnya.

Praktis, banyak pihak yang menganggap bahwa pencopotan Rizal dinilai tak wajar, karena kinerjanya yang cukup memuaskan.

Berbagai spekulasi pun muncul, salah satunya adalah karena proyek reklamasi.

Memang, saat itu Rizal memiliki perbedaan pendapat dengan menghentikan proyek pulau reklamasi.

Dengan tegas Rizal berkata, pembangunan pulau reklamasi bisa membahayakan lingkungan hidup.

Kemudian, Presiden Jokowi mengangkat Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko Bidang Kemaritiman, menggeser posisi yang diduduki Rizal sebelumnya.

Setelah itu, barulah Luhut membatalkan keputusan Rizal dan meneruskan proyek pulau reklamasi.

Banyak pihak yang menyadari kejanggalan tersebut. Tak heran apabila banyak yang mendesak untuk Rizal buka suara terkait kejadian yang sudah berlalu 4 tahun lalu itu.

Bagaimanapun juga, pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini enggan buka-bukaan terlalu lebar.

“Kalo dibuka terang benderang banyak yang akan malu. Sederhana, kelompok Peng-peng (Pengusaha-cum-Pengusaha) pengaruhi JKW, makanya sampai hari ini ribet. Jkw lemahterhadap kelompok konflik kepentingan, soal reklamasi, impor pangan, prakerja dst,” cuit Rizal. (sep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru