Relawan Didorong Terlibat dallam Tracking, Tracing dan Testing Covid-19  

- Pewarta

Selasa, 9 Juni 2020 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan Didorong Terlibat dallam Tracking, Tracing dan Testing Covid-19  

Mediaemiten.com, Jakarta – Pemberlakuan tatanan normal baru (new normal) di 102 kabupaten/kota menandakan keberhasilan pemerintah dalam upaya menekan penyebaran kasus Covid-19. Namun masih terdapat beberapa provinsi mengalami peningkatan kasus selama pekan terakhir yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan bahwa makin penting melakukan peningkatan pemetaan  kasus-kasus positif Covid19.

Upaya tracking (pelacakan), tracing (penelusuran) dan testing (pengujian) dalam mendeteksi sebaran kasus Covid-19 di Kalsel harus terus dimaksimalkan secara sungguh-sungguh guna mencegah semakin meluasnya wabah Covid-19.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mohon ini agar betul-betul bisa tracking, tracing dengan melibatkan berbagai unsur terkait serta dalam melakukan testing melibatkan relawan medis dari mahasiswa dengan ilmu mikrobiologi molekuler. Saya yakin kalau kita bisa tuntaskan maka kasus Covid-19 di Kalsel,” ujarnya saat melakukan koordinasi lapangan bersama Kepala BNPB Doni Monardo, Menkes Terawan Agus Putranto, beserta Kepala Daerah Provinsi Kalsel di Kota Banjarmasin, Minggu (6/6/2020).

Lebih lanjut, pemerintah pusat sesuai arahan Presiden Jokowi akan turut membantu mengatasi persoalan Covid-19 yang terjadi pada keempat provinsi tersebut. Di antaranya mengirim tenaga ahli yang akan melatih tim untuk melakukan tracking. 

Merujuk hasil penelitian Jepang, penyebaran Covid-19 bukan hanya melalui ludah maupun lendir tetapi juga lewat nafas penderita Covid-19. Bahkan di ruangan tertutup dan ber-AC, virus dapat hidup melayang-layang selama 20 menit di udara, serta dapat menular dengan masuk ke dalam hidung, mulut, atau mata.

“Perlu kita waspadai adalah sebenarnya pertemuan-pertemuan tertutup dan kemudian tidak adanya pemeriksaan yang ketat. Itulah yang harus kita antisipasi,” tandas Menko PMK.

Sementara itu, Kepala BNPB yang juga Ketua Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengingatkan kepada masyarakat Kalsel khususnya penderita diabetes agar lebih hati-hati dan disiplin dalam menjalankan protokol kedehatan agar tidak tertular Covid-19. (kem)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru