RAPBN 2021 Masih Dipengaruhi Ketidakpastian saat Pandemi

- Pewarta

Selasa, 23 Juni 2020 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAPBN 2021 Masih Dipengaruhi Ketidakpastian saat Pandemi

Mediaemiten.com, Jakarta – Faktor ketidakpastian masih menjadi faktor kunci dalam menentukan asumsi-asumsi Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) pada RAPBN 2021. Hal ini sebagaimana dianalisa Anggota Komisi Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno saat mengikuti Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan, Menteri PPN/Bappenas, Gubernur Bank Indonesia, Ketua DK OJK, dan Kepala BPS di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2020).

“(Asumsi KEM-PPKF 2021 dipengaruhi) Ketidakpastian seperti kapan berakhirnya Covid-19 ini, seberapa jauh efektivitas pemulihan ekonomi nasional, dan bagaimana kondisi perekonomian global. Itu sebabnya, maka asumsi ini pun tergantung argumentasinya, kalau nanti terjadi strike kedua atau second wave seperti terjadi di sejumlah negara, angka tahun depan akan jauh lebih buruk dari perkiraan kita,” kata Hendrawan dalam wawancara kepada Parlementaria.

Lebih lanjut, politisi PDI-Perjuangan itu mengatakan bahwa sukses tidaknya perekonomian nasional masih bergantung pada adaptasi tatanan hidup baru. “Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik), sejumlah sektor seperti sektor pertanian, pariwisata, ekspor dan impor masih akan terkontraksi dalam. Jadi memang berat,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski sektor keuangan bahkan telah mencatatkan rebound, baik secara global maupun nasional, teetapi pada sektor riil, masih banyak yang membutuhkan restrukturisasi kredit. Ketidakpastian akan mewarnai perjalanan kita ke depan. “Bahkan Menkeu sempat bilang dampaknya masih akan terasa sampai 10 tahun ke depan, meskipun Perppu Nomor 2 Tahun 2020 masih mengatur sampai dua tahun saja,” imbuhnya.

Rancangan APBN 2021 menjadi postur yang dinilai Hendrawan sebagai postur yang ‘mudah goyah’ karena perubahan yang terjadi masih akan berjalan dinamis. “Pola pemulihan ekonomi kita kan belum terlihat apakah kurvanya akan kurva V yang terjun cepat, tetapi naiknya juga cepat, atau kurva U atau malah bentuk kurva W karena ada second wave. Ini masih penuh dengan ketidakpastian, tetapi pemerintah masih cukup optimis untuk memitigasi dan menavigasi APBN tahun depan,” jelasnya.

Pemerintah diimbau untuk tetap konsisten dalam menerapkan kebijakan yang menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan efektivitas penggunaan dana pemulihan ekonomi nasional, serta meningkatkan penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan sosial. Hendrawan mewanti-wanti agar jangan sampai sektor yang terpukul justru tidak mendapat perhatian yang memadai, misalnya sektor pertanian yang terlihat dari turunnya angka Nilai Tukar Petani (NTP).

“Tantangan perekonomian kita ke depannya masih akan sangat berat, karenanya dibutuhkan sinergitas nasional, gotong royong berskala besar, sharing the burden, agar semua ini bisa diatasi dengan baik. Semua persyaratan untuk menjadi produktif harus dilakukan karena kalau tidak ekonomi kita akan semakin memburuk,” tutup Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. (dpr)

Berita Terkait

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Berita Terbaru