Proses Seleksi Tak Jelas, NU Ikut Mundur dari Kemendikbud

- Pewarta

Kamis, 23 Juli 2020 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Muhammadiyah bukan menjadi satu-satunya organisasi kemasyarakatan yang mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

LP Maarif NU PBNU akhirnya juga ikut memutuskan mundur dari program kementerian yang digawangi oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim tersebut.

“Kami sampaikan bahwa LP Maarif NU PBNU mundur dari program tersebut,” kata Ketua LP Maarif NU PBNU, Arifin Junaedi dalam keterangannya pada Rabu (22/7/2020).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arifin menyebut hasil seleksi calon organisasi penggerak tidak mencerminkan konsep dan kriteria organisasi penggerak yang jelas.

Selain itu, LP Maarif NU PBNU berkomitmen bahwa memajukan mutu pendidikan merupakan hal yang sangat mendasar, yang harus tetap dilakukan oleh LP Maarif NU PBNU.

“Organisasi penggerak yang lolos evaluasi proposal tidak jelas kriterianya sehingga tidak adanya pembeda dan klasifikasi antara lembaga CSR dengan lembaga masyarakat yang layak dan berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” tegas Arifin.

“Rapat LP Ma’arif NU PBNU Rabu 22 Juli 2020, memutuskan LP Ma’arif NU PBNU mundur dari program organisasi penggerak (POP) dan fokus pada pelatihan kepala sekolah dan kepala madrasah,” imbuh dia.

Sebelumnya, PP Muhammadiyah memutuskan mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP), yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Dalam pernyataannya, Muhammadiyah memiliki sejumlah pertimbangan hingga akhirnya memutuskan mundur, kendati sudah dinyatakan lolos dengan kategori gajah dan akan mendapatkan bantuan hingga Rp20 miliar.

Alasan pertama ialah Muhammadiyah memiliki 30.000 satuan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia, dan sudah membantu pemerintah di bidang pendidikan sejak Indonesia merdeka.

“Sehingga tidak sepatutnya diperbandingkan dengan organisasi masyarakat yang sebagian besar baru muncul beberapa tahun terakhir dan terpilih dalam Program Organisasi Penggerak Kemdikbud RI sesuai surat Dirjen GTK tanggal 17 Juli Tahun 2020 Nomor 2314/B.B2/GT/2020,” kata Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah pada Rabu (22/7/2020). (jur)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

UNISOC Lyric Audio: Mengubah Pengalaman Mendengarkan Audio

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:58 WIB