MEDIA EMITEN – Potensi kerugian akibat batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 mencapai sekitar Rp 3,7 triliun. Kerugian tersebut dihitung dari potensi kedatangan 50 ribu wisatawan mancanegara (wisman) dan 2 juta wisatawan Nusantara (wisnus) untuk menyaksikan event tersebut.
Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. “Target pendapatan berbasis jumlah penonton sekitar dua juta dalam pertandingan-pertandingan yang sudah disusun di enam kota dan dampaknya itu minimal mencapai Rp 3,7 triliun. Itu (diperkirakan) total lebih dari 2 juta sampai 2,3 juta penonton,” katanya di Bogor, Jumat 31 Maret 2023.
Piala Dunia U-20 awalnya bakal digelar di enam kota di Indonesia pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023. Keenam kota tersebut adalah Jakarta, Palembang, Bandung, Solo, Surabaya, dan Gianyar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) membatalkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Indonesia, menyusul penolakan Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster atas kedatangan timnas Israel pada official drawing dan di putaran final nanti di Pulau Dewata.
Sandiaga menilai, selain kerugian yang sangat besar, Indonesia juga melewatkan kesempatan menghelat turnamen berkelas dunia layaknya Piala Dunia di Qatar.
Menurut dia, batalnya status sebagai tuan rumah dapat berdampak pada reputasi jangka menengah dan jangka panjang Indonesia yang selama ini sukses mengemban tugas sebagai tuan rumah untuk beberapa acara seperti dalam Presidensi G20.
Di sisi lain, dia meyakini Indonesia dapat segera menyelenggarakan kegiatan lainnya agar bisa meminimalisasi kerugian tersebut. “Jangan sampai reputasi kita yang sudah begitu sulitnya kita bangun ini terdampak. Kita harus berdiri tegak, kita harus cepat move on untuk bisa mengganti kegiatan yang juga lebih bisa menopang agar kerugiannya tidak maksimal,” katanya.
Baca Juga:
Laporan Cision Peringatkan Merek tentang ‘Jebakan Fragmentasi Data’ yang Merugikan
Lockton Memperkenalkan Lockton SAGE: Platform Kecerdasan Perusahaan Terpadu Pertama di Industri
Sandiaga juga meminta semua pihak bisa menjaga citra Indonesia menghadapi berbagai event lain bertaraf internasional yang akan diselenggarakan, KTT Asean 2023. “Kita perlu segera bergerak untuk membangun kembali reputasi RI sebagai penyelenggara event kelas dunia yang baik,” ujarnya.







